Gelar Operasi Simpatik, Polres Sikka Mengutamakan Preventif

Seorang Polwan, anggota Satlantas Polres Sikka memantau arus lalulintas saat Operasi Simpatik di perempatan jalan di kota Maumere.

Maumere/Bali News Network-Kepolisian Resor Sikka melalui operasi simpatik focus pada kegiatan preventif yang diserta dengan penegakkan hukum secara selektif dengan prioritas mewujudkan kesadaran dan kepatuhan pengendaran kendaraan baik roda dua, roda empat atau lebih, di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Sikka Iptu Layfrids D. Mada, SH, kepada BNN Senin (6/3/2017) siang mengatakan, operasi simpatik yang berlangsung selama 21 hari atau pada 01-21 Maret 2017 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

“Kita berharap melalui operasi simpatik ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas dan dapat menciptakan perubahan demi terciptanya kamseltibcarlantas untuk meminimalisr terjadinya pelanggaran dan angka kecelakaan di jalan raya,” kata Iptu Layfrids D. Mada.

Kasat Lantas Iptu Layfrids D. Mada menyampaikan, target dalam operasi simpatik yang digelar kepolisian secara serentak adalah jalan umum dalam kota Maumere, serta beberapa titik keramaian baik dalam kota Maumere maupun di setiap pasar-pasar di yang berada di tingkat kecamatan, yang merupakan kawasan rawan kecelakaan.

Selain itu di beberapa titik yang angka pelanggaran lalulintasnya tinggi, seperti menggunakan knalpot reaching atau knalpot yang tidak sesuai dengan pabrik, pelanggaran lalulintas di lampu merah, serta pengemudi kendaraan bermotor roda dua yang tidak menggunakan helm, juga menjadai sasaran operasi simpatik ini.

Lebih dari itu para pengemudi angkutan dan bis kayu yang sering parkir di pusat perbelanjaan, pertokoan, atau parkir kendaraan di sembarang tempat yang mengakibatkan terganggunya arus lalulintas, serta kelengkapan kendaraan.

Kendaraan yang menggunakan plat nomor polisi di luar wilayah Polda NTT, diberikan pemahaman untuk segera memutasikan kendaraannya.

Iptu Layfrids D. Mada

Kasat lantasPolres Sikka Iptu Layfrids D. Mada

Kasat Lantas Polres Sikka Iptu Layfrids D. Mada mengakui, dalam pengamatan sejak operasi tanggal 1 Maret 2017  banyak ditemukan berbagai pelanggaran. Di antaranya pengemudi kendaraan yang tidak memilik SIM, diberikan pemahaman untuk segera mengurus SIM. Tidak menggunakan helm, mengunakan knalpot yang tidak standar sesuai pabriknya, mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk alcohol.

“Untuk sementara banyak pengemudi yang membawa kendaraan dalam keadaan mabuk. Ini sangat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri. Kita selalu mendahulukan pendekatan preventif kepada para pengemudi dalam operasi simpatik kali ini,” ujarnya

Kasat Lantas Iptu Layfrids D. Mada menghimbau kepada seluruh pemilik kendaraan, pengemudi angkutan agar tidak mengemudikan kendaraan dalam kondisi mabuk. Hal itu akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak yang belum cukup umur, ataupun sudah cukup umur tetapi belum memiliki SIM untuk mengemudikan kendaraan di jalan raya.

“Jagalah keselamatan Anda di jalan, karena orang tua dan keluarga Anda menunggu di rumah,” pintanya. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment