Bupati Bantah Lindungi Kades Selingkuh – Berjanji Berikan Teguran Keras

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, (tengah) bersama Sekda dr. Valentinus Sili Tupen (kiri) dan Wabup Drs. Paolus Nong Susar (kanan) saat beraudiens dengan warga Kolisia. bnn/yunusatabara

Maumere/Bali News NetworkDalam audiens Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera bersama warga masyarakat Desa Kolisia yang menilai bahwa lambatnya penanganan kasus amoral Kades Kolisia Emanuel Budu, serta ada kesan  bupati mengulur-ulur waktu dalam menjatuhkan sanksi kepada Emanuel Budu, dibantah oleh bupati.

Dalam pertemuan dengan 20 orang perwakilan FPKM Desa Kolisia, Bupati Yoseph Ansar Rera menegaskan tidak pernah melindungi kepala desa yang bersalah.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melindungi kepala desa yang bersalah. Tetapi saya juga tidak boleh gegabah dalam menjatuhkan hukuman. Harus ada dasar yang kuat, berdasarkan hukum positif, atau melanggar aturan atau undang-undang. Saat ini kita masih mengkaji, jadi tidak benar kalau saya melindungi, apalagi dikaitkan dengan politik 2018, saya tidak urusan dengan politik dengan kasus kepala desa Kolisia,” tegas Ansar Rera.

Bupati Ansar menjelaskan,  kasus yang menimpa Kepala Desa Kolisia Emanuel Budu adalah murni karena tidak terbukti secara hukum positif ataupun hukum adat. Hal itu karena kasus kepala desa Kolisia adalah merupakan delik aduan sesuaie hukum positif. Namun hingga saat ini tidak ada satupun pihak yang merasa dirugikan, baik oleh istri Kepala Desa Kolisia sendiri ataupun wanita yang ditemukan sekamar oleh Pol PP selaku korban.

Oleh karena dalam hukum positif tidak ada celah untuk menjerat kepala desa tersebut,  Ansar Rera menganjurkan agar BPD bersama seluruh jajaran dan masyarakat di Desa Kolisia yang merasa resah dengan  berita amoral yang melibatkan Eman Budu selaku kepala desa, bisa diselesaikan secara adat, sesuai dengan adat istiadat setempat.

“Karena tidak ada celah di hukum positif, maka saya sarankan untuk diselesaikan secara adat. Kalau disetujui, pemerintah siap memfasilitasi,” kata Ansar Rera.

Ketua BPD Desa Kolisia, Gabriel Marianus Lule, SE langsung membantah  saran Bupati Sikka agar persoalan amoral sang kepala desa diselesaikan secara adat setempat. Pasalnya sang kepala desa tidak pernah mengakui perbuatannya dan selalu berdalih bahwa itu hanya sebuah isu yang dipolitisasi untuk mefitnah dirinya.

“Kalau dia mengakui perbuatannya, maka bisa diselesaikan secara adat. Tapi kalau dia tidak akui, maka berita amoral yang melibatkan kepala desa akan menjadi bola panas di masyarakat. Oleh karena itu, bupati sebagai pembinda kepala desa harus segera mengambil sikap agar masalh tersebut tidak berbuntut dan menimbulkan penafsiran berbeda di masyarakat,” kata Ketua BPD Desa Kolisia.

Hal senada disampaikan oleh Aleksander Leksi, pentolan FPKM DesaKolisia bahwa perbuatan Kepala Desa Kolisia Emanuel Budu telah menyimpang dari nilai Pancasila. Di mana sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, bahwa agama apapun melarang perzinahan. Sila ke-dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagai seorang pemimpin di desa sangat tidak adil dan beradab. Sila ke-tiga, Persatuan Indonesia, sikap kepala desa yang selalu menyangkal perbuatan amoral yang sudah tertuang dalam BAP di Kantor Pol PP itu memecah belah masyarakat Kolisia antara yang mendukung dan menantang perbuatan kades.

“Semua agama larang berzina, sebagai seorang pemimpin harus adil dan beradab dan selalu menjaga persatuan dalam sekelompok masyarakat sekecil apapun. Jangan dalam BAP mengaku berhubungan badan berulang kali, tetapi di masyarakat selalu berkilah bahwa itu fitnah,” kata Aleksander.

Dalam kesempatan itu Bupati Sikka berjanji akan segera melakukan kajian mendalam berdasarkan rujukan dan acuan dasar dalam menjatuhan sanksi berupa peringatan, teguran pertama, kedua dan ketiga, serta sanksi pemberhentian dari kepala desa.

“Kalau saya salah menjatuhkan sanksi maka saya yang akan disalahkan. Saya mengajak seluruh masyarakat Kolisia untuk menahan diri dan bersabar untuk menunggu keputusan itu. Yang jelas akan diberikan teguran keras dan kalau dia mengulangi langsung diberhentikan,” kata Bupati Ansar Rera. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment