Bupati Resmikan Air Bersih yang Dialirkan Lewat Pipa Bawah Laut Sejauh 7 Km

Bupati Sikka Yoseph Asar Rera ketika meresmikan air bersih di Desa Parumaan, Alok Timur. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera meresmikan air bersih di Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Sabtu (4/3/2017) siang.

Bupati Sikka menegaskan, masuknya air bersih di Parumaan adalah suatu berkah bagi masyarakat  Parumaan dan kebanggaan bagi pemerintah yang sudah bersusah payah dalam membangun jaringan air bersih bawah laut sepanjang 7 KM dari Pulau Besar menuju Pulau Parumaan. Hal ini perjuangan yang luar bisa sampai menghasilkan sesuatu yang juga luar biasa.

Dalam arahannya Bupati Sikka meminta kepada dua desa tetangga, yakni Desa Koja Gete di Pulau Besar dan Desa Parumaan di Pulau Parumaan agar selalu bersinergi dalam menjaga, memelihara, merawat dan melestraikan sumber air yang ada melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan demikian sumber air akan tetap terpelihara untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di dua desa tersebut.

“Hari ini kita sudah nikmati air bersih, saya sendiri tadi sudah minum. Saya minta air ini tidak  boleh mati dan tidak boleh hilang dari Parumaan, kecuali kalau air itu hilang atau sudah dari sumbernya sudah kering. Saya minta agar air ini dikelola melalui BUMDes,” kata Ansar Rera.

Bupati Menyampaikan, dalam tahun 2017 seluruh desa di Indoensia mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 1,5 miliar per-desa. Oleh karena itu melalui BUMDes Desa Parumaan dan Desa Koja Gete dapat memelihara sumber air tersebut dari ADD  melalui BUMDes agar kebutuhan air bersih di dua desa tersebut terpenuhi.

Menurut Bupati Ansar, masuknya air bersih di Parumaan berawal dari kunjungan kerja sebelumnya, untuk melihat pembangunan relokasi pengungsi korban Rokatenda di Dusun Nanga Desa Koja Gete. Saat itu lanjut Bupati Sikka, menyaksikan sendiri debit air yang cukup besar di Dusun Nanga Desa Koja Gete.

Setelah saya melihat air yang debitnya cukup besar itu, saya juga melihat Pulau Parumaan yang letaknya tidak jauh. Saya berpikir bahwa masyarakat Parumaan kesulitan air bersih. Setelah saya sampai di kantor saya panggil kadis PU, dan meminta untuk segera mengkaji dan melakukan survey bagimanapun caranya, air dari Pulau besar itu harus dinikmati oleh masyarakat Pulua Parumaan. Maka hari ini kita menikmati air bersih di wilayah ini,” kata Ansar Rera.

Bupati Sikka menambahkan pembangunan jaringan air bersih dari Pulau Besar ke Parumaan sejauh 7 KM menelan anggaran di atas Rp 1 miliar yang bersumber dari dana DAK tahun 2016. Oleh karena itu kepada masyarakat Desa Parumaan dan Desa Koja Gete harus selalu bersinergi agar air itu tetap lestari, dan tetap dinikmati masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPRD Sikka Rafael Raga bahwa sebagai wakil rakyat mengapresiasi langkah pemerintah yang mendorong pemenuhan kebutuhan air di Pulau Parumaan. Kebutuhan air bersih menurut Rafael Raga, adalah hal yang sangat urgent di masyarakat.

“Saya punya pengalaman saat saya berkunjung di salah satu desa di Pulau. Saat saya minta izin mau ke WC, saya bukan diarahkan ke WC tetapi saya malah dikasih sarung, sambil diarahkan ke laut. Hal itu karena di desa tersebut tidak memiliki air bersih,” kata Ketua DPRD Sikka.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar,  Ketua Pengadilan Negeri Maumere, Rahmat, SH, MH, Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Firman Johan, Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Abdullah Jamali, Waka Polres Sikka Kompol A. Saleh,  Camat Alok Timur Fransiskus da Lopez, Kepala Dinas PU Agustinus Boy Satrio, ST, Kepala Dinas Perhubungan Wilhelmus Sirilus, SH. MSi. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment