Jumlah Kepala Keluarga Belum Menikah di Sikka Meningkat

Dari kiri-kanan- Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera, Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Constantinus Tupen, SH, saat membuka Rapat Koordinasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tingkat Kabupaten Sikka di Aula Kantor Bupati Sikka Jalan  Jendral Ahmad Yani Maumere Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumad (3/3) siang. Foto: bnn/yun.

Maumere/BaliNewsNetwork- Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil per-31 Desember 2016, jumlah penduduk di Kabupaten Sikka berjumlah 373.842 jiwa dengan jumlah laki–laki 181.369 jiwa dan perempuan sebanyak 192.473 jiwa. Laju perkembangan penduduk di Kabupaten Sikka sangat cepat yang membutuhkan pengendalian penduduk yang merupakan tanggung jawab bersama.

Jumlah penduduk yang tidak terkendali saat ini berdampak di semua aspek. Di mana kepala keluarga (KK) di bawah umur 18 tahun atau pernikahan dini sangat meningkat. Data dari Dinas kependudukan KK yang belum menikah tetapi sudah hidup bersama sebanyak 20.822 KK yang tersebar di 21 kecamatan wilayah Kabupaten Sikka.

Hal itu dikatakan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tingkat Kabupaten Sikka di Aula Kantor Bupati Sikka Jalan  Jendral Ahmad Yani Maumere Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumad (3/3) siang.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Padahal di Sikka tahun lalu diresmikan kampung KB di Desa Darat Pante dan ini menjadi model untuk desa–desa lain dalam rangka menekan laju angka kelahiran. Saya tantang kepada seluruh penyuluh KB sampai Desember 2017, mampu menekan angka kelahiran atau tidak,” tegas Bupati Sikka.

Bupati Ansar menyampaikan, Kemenkes RI memiliki kebijakan tentang dibentuknya kampung KB. Di Kabupaten Sikka, sudah  terbentuk dan sudah diresmikan tahun lalu di Desa Darat Pante yang diharapkan menjadi model untuk diterapkan di desa–desa lain dalam rangka menekan laju angka kelahiran.

Luas wilayah yang Kabupaten Sikka, hanya  sedikit  namun jumlah penduduknya makin banyak. Hal itu berdampak pada upaya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Bupati Ansar mengajak untuk menyatukan tekad, berkinerja baik agar harapan pengendalian penduduk dapat taratasi, menuju satu Sikka yang mandiri dan sejahtera.

Ansar Rera mengingatkan agar para pengelola program PKKBPK memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan, dalam pengelolaan data tahun 2016. Mensosialisasikan arah dan kebijakan program PKKBPK serta mendorong terciptanya komitmen operasional dan mitra kerja terkait dalam program PKKBPK 2017, mengoptimalkan program PIK remaja/mahasiswa sebagai wadah konseling.

Ansar juga meminta penyuluh KB dan petugas kesehatan saling bersinergi dalam mengendalikan angka kelahiran. Bupati Ansar Rera mengajak seluruh komponen masyarakat dan stakeholder terutama para orang tua agar selalu bersinergi dengan program pemerintah dalam menekan angka kelahiran.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Constantinus Tupen, SH. Plt. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Constantina Tupa Arankoja,S.Sos, para Camat, para Kepala Puskesmas dan penyuluh Keluarga Berencana. (yun)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment