Waduk Napun Gete Solusi Kebutuhan Air Bersih dan Irigasi

Maket waduk Napun Gete, Sikka.

Maumere/BaliNewsNetwork-Kehadiran waduk Napun Gete merupakan solusi ketersediaan air baku untuk masyarakat kota Maumere dan sepanjang jalur distribusi dengan debit 210 liter per detik. Selain itu penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 300 hektar di wilayah Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. kehadiran waduk Napun Gete juga sebagai pengendali banjir bagi daerah hilir bendungan.

Wilayah Provinsi NTT mempunyai iklim daerah tropis kering dengan curah hujan rata-rata 1,200 mm per tahun. Musim hujan biasanya terjadi pada pertengahan bulan Desember hingga bulan Maret dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam durasi waktu yang pendek sehingga seringkali menimbulkan banjir.

Sedangkan 8 bulan lainnya berlangsung musim kemarau, sehingga debit sumber air menurun drastis. Daerah pertanian mengalami kekeringan, pasokan air baku tidak  memenuhi kebutuhan penduduk di kota Maumere.

Hal itu dikatakan Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, kepada BNN Senin (27/2/2017) usai menyerahkan uang ganti rugi tahap pertama kepada 18 orang pemilik lahan di kantor Desa Ilemedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

“Kehadiran waduk Napun Gete ini adalah salusi ketersediaan air bersih untuk masyarakat yang berada di jalur distribusi sampai ke Maumere. Selain itu untuk kepentingan irigasi dalam rangkan meningkatkan kesejahteraan para petani,” kata Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera.

BUPATI SIKKA YOS ANSAR RERA MENGUNJUNGI WADUK NAPUN GETE

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera (dua dari kanan) mengunjungi waduk Napun Gete

Bupati Ansar Rera menyampaikan bahwa Kabupaten Sikka memiliki 147 desa, 13 kelurahan dengan topografi yang berbukit serta merupakan kebupaten kepulauan yang menyebabkan upaya penyediaan air bersih sangat besar biayanya dan memperlambat pembangunan infrastruktur.

Menurutnya kebutuhan air bersih kota Maumere sebagian besar diperoleh dari sumur bor yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan menggunakan mesin pompa. Keterbatasan sumber air di wilayah Maumere dan sekitarnya sebagai dampak langsung adalah mahalnya biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk pemenuhan air bersih dan biaya operasional sumur pompa sangat besar.

Valentines Fredi Guling, Team Leader Supervisi PT Indra Karya yang mengerjakan waduk Napun Gete kepada wartawan saat meninjau persiapan pembangunan waduk Napun  Gete mengatakan, waduk Napung Gete direncanakan berkapasitas tampung bruto sebanyak 14,34 juta meter kubik air.

“Akan mencukupi ketersediaan air bersih kota Maumere serta seluruh masyarakat di wilayah jalur distribusi selama 50 tahun ke depan, dan intensifikasi daerah irigasi Nebe dari 170 persen meningkat menjadi 300 persen,” ujarnya.

Lokasi pembangunan waduk Napun Gete di Sungai Napun Gete, Desa Ilimedo dan Desa Werang Kecamatan Waiblama dengan panjang sungai 9,37 KM, luas daerah genangan sungai 85,96 hektar.

Kebutuhan lahan untuk pembangunan waduk adalah seluas 161,61 hektar dengan status kepemilikan lahan 158 hektar milik masyarakat dan 3,61 milik bantaran sungai. Area terdampak adalah Desa Ilimedo 89,60 hektar atau 124 bidang, Desa Werang 68,40 hektar atau 81 bidang.

Fasilitas umum, SD, kapela, Posyandu dan hutan rakyat 3 bidang. Bulan Februari tahun 2017 Pemkab Sikka melalui anggaran APBD II sudah melakukan pembebasan lahan seluas 23,4297 hektar terdiri dari 20 pemilik, sedangkan sisanya seluas 134,57 akan dibebaskan secara bertahap.

Menurutnya, waduk Napung Gete tipe pelimpah samping dengan lebar ambang 30,00 meter, elevasi ambang EL.218,00 meter, elevasi aprouch slab EL 215.00 meter, panjang saluruan tranmisi 75,00 meter, panjang saluran peluncur 222,54 meter, panjang peredam energy 33,00 meter total panjang 360,54 meter, debit banjir QO,5PMF 485,77 (inflow) meter kubik per detik, debit banjir QO,5PMF 365,69 meter kubik per detik (outflow) dan elevasi MAB (QO,5PMF) El.221,36 meter. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment