Tambang Tanpa Izin, Bos PT. SBP Larantuka Diciduk Polres Flotim

Renal (plontos) bersama Kuasa Hukum perusahaannya Ipi Daton, SH di sebuah kesempatan. Foto: balinewsnetwork/emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork- Aktivitas penggalian material untuk kepentingan pekerjaan jalan raya di wilayah Serinuho, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur yang dilakukan oleh PT. Setio Budi Putera sejak tahun 2016 itu kini tersandung dengan jeratan hukum. Aktivitas usaha tambang tanpa memiliki  Izin Usaha Tambang tersebut menghantarkan Direktur PT. SBP, Renal menyandang status tersangka dan tahanan Polres Flotim setelah menjalani pemeriksaan akibat melanggar Pasal 158 junto Pasal 37 huruf a dan b UU No. 4 Tahun 2009.

Kapolres Flores Timur AKBP Irshan Yandri, SH.S.IK.M.Si yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu Nenga Lantika di ruang kerjanya, Selasa (21/2) menjelaskan bidikan mereka terhadap aktivitas pertambangan illegal tersebut telah dimulai pada bulan September 2016 pasca pihaknya mendapat laporan masyarakat. Giat lidik terhadap kasus itu pun sempat mengalami kendala akibat tidak kooperatifnya sikap direktur PT. SBP itu. Dua kali dipanggil penyidik, Renal sebagaimana yang dibeberkan Kasat Reskrim Polres Flotim tidak menggubrisnya. Upaya panggil paksa terpaksa dilakukan pihak penyidik Polres Flotim .

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan perusahaan yang ber-SIUP-kan kontraktor umum dan Laveransir untuk pekerjaan jalan raya itu, penyidik Polres Flotim  pada 31 Januari 2017  lalu menetapkan  Renal sebagai tersangka dengan status tahanan dan langsung ditahan.

“Kami telah menetapkan Renal sebagai tersangka pada 31 Januari 2017 dan langsung ditahan karena melakukan aktivitas tambang tanpa Izin Usaha Tambang sebagaimana yang diatur dalam  Pasal 158 junto pasal 37 huruf a dan huruf b Undang-Undang Republik Indonesia No.4 Tahun 2009. Setelah ditahan, Renal melalui pengacara Ipi Daton, SH mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Restu penangguhan penahanan itu pun kami berikan pada 7 Pebruari 2017 lalu yang diikuti dengan intruksi wajib lapor oleh tersangka,” jelas Iptu Nenga Lantika. (emnir)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment