Cara Dit Polair Polda NTT Menjaga Keamanan Laut di Wilayah Perbatasan

Dit Polair Polda NTT. Foto: balinewsnetwork/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork- Untuk mencegah keamanan laut di wilayah perbatasan RI-RDTL, Dit Polair Polda NTT melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.

“Kita punya peta wilayah dan punya personil yang selalu siaga melakukan patroli. Namun, dalam tahun ini belum ditemukan pelanggaran khususnya di wilayah perbatasan,” ujar Direktur Polair Polda NTT, Kombes Pol Budi Santoso, SH.MM kepada wartawan, Rabu (22/2).

Budi mengatakan, di tahun 2017, Dit Polair Polda NTT telah mengungkap tiga kasus yakni, kasus pengeboman ikan di perairan Sikka dengan tersangka, Muhamad Daming (34) warga Desa Napungelang, Kecamatan Talibura, kasus pencurian kapal di TPI Oeba dengan tersangka, Lukas Nanu alias Jino (21) dan kasus migas yang saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Untuk tersangka Muhamad ditangkap pada 14 Januari 2017 dan dikenai pasal 84 (1) jo pasal (1) UU 31/2004 tentang perikanan. Sementara kasus pencurian kapal dikenai pasal 362 KUHP. Saat ini berkas kedua kasus ini sudah tahap II dan hari ini akan dilimpahkan ke kejaksaan,” jelas Budi.

Menurut Budi, wilayah rawan terjadi pengeboman ikan yakni di kepulauan Semau.

“Kami akan tingkatkan patroli rutin demi memberikan rasa nyaman khusus di daerah rawan,” kata Budi.

Dia menambahkan, dalam melakukan pengamanan di wilayah perairan NTT, Dit Polair Polda NTT memiliki 19 kapal patroli yang dibagi di setiap kabupaten yang masuk daerah rawan termasuk di wilayah perbatasan

“Kami punya pos mobile dan 19 kapal patroli tipe c-2 dan c-3,” tandas Budi.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT jika menemukan adanya tindak pidana di wilayah perairan Polda NTT agar segera memberi informasi ke aparat Polair terdekat. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment