NTT Butuh Figur Pemimpin yang Berani dan Berintegritas

Foto: balinewsnetwork/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork- Gong Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2018 tinggal menghitung hari. Sejumlah figur mulai bermunculan, para relawan mulai berdiskusi seperti apa figur pemimpin NTT ke depannya.

Barisan Relawan Jokowi Presiden Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) NTT ikut menggelar diskusi  publik dengan tema “NTT Kita, antara Tantangan dan Harapan” di Markas Daerah BaraJP NTT, Sabtu (18/2/2017) sekira pukul 12.30 WITA.

Diskusi itu menghadirkan narasumber dari praktisi, bankir seperti Daniel Tagu Dedo, Handoko, Usman Gumantik, Utje Gustaf Patty yang dipandu oleh Hildebertus Selly dengan melibatkan 30-an peserta dari Media massa cetak dan elektronik, Pemuda, Mahasiswa, dan tokah masyarakat.

Sekjen BaraJP, Utje Gustaf Patty mengatakan, NTT harus menjadi propinsi yang mandiri dan bermartabat dengan memaksimalkan potensi yang ada. Dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat saat ini yakni pembangunan dari pinggiran Indonesia maka masyarakat NTT dituntut untuk menangkap peluang ini.

“NTT harus bermartabat dan mampu memaksimalkan potensi yang ada. Kita perlu mempersiapkan pemimpin kita yakni membangun dari pinggiran. Jika pemimpinnya berani dan mau berubah pasti maju,” kata Utje Patty.

Handoko, praktisi asal NTT mengatakan NTT memiliki potensi sumberdaya alam dan manusia yang luar biasa. Dikatakannya, NTT tidak miskin namun pengelolaan dan penataan sumberdayanya yang belum maksimal. Untuk itu NTT tidak bisa dibangun sendiri namun dibangun secara bersama-sama partisipasi dari semua pihak.

“Kemiskinan itu adalah efek dari tindakan manusia itu sendiri bukan warisan. Kita punya potensi dengan propinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Itu anugerah Tuhan yang luar biasa,” kata Handoko.

Menurutnya, potret APBD, PAD Provinsi NTT sangat kecil menyebabkan dana perimbangan menjadi besar. Akibatnya tidak bisa menggaji pegawai sendiri sehingga diperlukan pemimpin yang benar melayani dan memiliki integritas.

“PAD harus kita tinggikan, potensinya banyak sekali,Pemimpinnya sudah ada. Namun yang dicari sekarang adalah hatinya,” ungkapnya.

Sementara praktisi asal NTT lainnya, Usman Gumantik mengatakan, pemimpin NTT ke depan harus bisa mengatasi masalah yang terus dihadapi masyarakat. Usman menyebutkan NTT masih dilanda busung lapar, busung air, busung dada, busung energi. Busung lapar adalah masih tingginya kemiskinan dan gizi buruk, busung air yakni krisis air bersih yang dialami masyarakat NTT.

Sedangkan busung dada adalah pemimpin bermental korupsi sehingga perlu revolusi mental, dan busung energi adalah PLN yang padam menyala atau pelayanan tidak berjalan baik dan lilin saja yang terus menyala.

“Kita harus masuk kepada Samudra biru yaitu perubahan, Pemimpin harus berani dan mampu membuat terobosan dan itu jangan hanya sekedar wacana. kita harus berubah,”katanya

Kandidat bakal calon gubernur NTT, Daniel Pola Moto Dimu Tagu Dedo mengatakan, menjadi pemimpin harus mengetahui proses audit agar ditipu oleh bawahan.

“Pemimpin itu harus sering turun lapangan untuk mengecek pekerjaan di bawah. Apa yang dipikirkan pemimpin, anak buah paling bawah harus tau, itulah leadership. Tetapi yang paling penting adalah pemimpinnya harus tegas, berani dan keberanian itu muncul kalau dirinya bersih,” pungkas Tagu Dedo. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment