Kisah Anggota Polisi Bantu Kaum Disabilitas di Desa Terpencil

Aksi spontan anggota polisi saat Pemilukada NTT. Foto: balinewsnetwork/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork- Pilkada serentak di tiga wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur berjalan damai. Suksesnya pesta demokrasi itu tidak terlepas dari aksi polisi yang menyita perhatian publik.

Selain Kapolsek Kelapa Lima, AKP Basith Algadri bersama beberapa anggota yang mengangkat kaum disabilitas menuju TPS, aksi serupa juga dilakukan oleh Bripka Ahmad Yani Bada, anggota Polsek Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Aksi spontanitas itu, dilakukan Ahmad saat bertugas melakukan pengamanan di Desa Bao Lali Duli, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata. Ahmad rela menggendong seorang nenek tua dari rumah menuju TPS 1 Desa Bao Lali Duli. Tak disangka, kejadian itu sempat diabadikan seorang warga yang upload di akun facebooknya. Sontak, foto polisi penolong itu menjadi viral di medsos.

Bripka Ahmad Yani Bada mengatakan, aksinya itu dilakukan dengan spontan dan ikhlas. Bahkan, dia tidak menyangka aksinya itu jadi viral di medsos.

“Polisi harus memberi contoh yang baik sebagai pelayan masyarakat. Saya merasa ini merupakan tanggung jawab saya sebagai anggota kepolisian yang bertugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” jelas Bripka Ahmad kepada wartawan Kamis (16/2/2017).

Emanuel Balawangak, salah satu warga desa Bao Lali Duli mengatakan, aksi Bripka Ahmad saat itu sempat membuat kaget warga dan anggota panitia Pemilukada.

“Kami tidak sangka kalau ada polisi yang rela menggendong pemilih sampai ke TPS apalagi jaraknya lumayan jauh. Terima kasih pak Polisi sudah membantu warga kami di sini,” kata Emanuel.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigadir Jenderal Pol Agung Sabar Santoso berjanji memberikan penghargaan kepada anggota polisi yang mengangkat kaum disabilitas menuju TPS saat berlangsungnya Pilkada di Kota Kupang, Rabu (15/2/2017).

“Itu sosok polisi sebagai pelayan dan dilakukan dengan ikhlas. Dan harapan masyarakat kepada polisi seperti itu. Kita harus apresiasi karena dilakukan dengan tulus. Mereka patut diberi penghargaan reward dan punishment,” ujar Kapolda kepada wartawan, Kamis (16/2/2017).

Menurut Kapolda, pemberian penghargaan kepada anggota yang berprestasi dan mengabdi secara tulus merupakan salah satu bentuk reformasi polisi. Karena dengan adanya penghargaan, bisa memberikan motivasi kepada anggota untuk bekerja lebih baik. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment