Denpasar/BaliNewsNetwork- Polda Bali telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat jaringan ISIS pada Rabu (15/2).

Terduga bernama Azni Muzakkir alias Abdul Zakir. Pria asal Lombok Tengah ini diamankan oleh petugas Densus 88 dan Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 00.25 Wita dini hari.

Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengatakan, pihaknya menerima laporan jika yang bersangkutan diduga telah terlibat dengan jaringan ISIS di Timur Tengah.

Saat ini, terduga masih berada di Mapolda Bali untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Hasil pemeriksaannya sendiri, Kabid Humas tidak bisa menjabarkan lantaran bukan untuk konsumsi publik.

“Ya kalau hasil pemeriksaan tidak bisa kita sampaikan itu bukan untuk konsumsi publik,” tandasnya, saat dikonfirmasi Kamis (16/2).

Menurut informasi ujarnya, yang bersangkutan merupakan teman dekat dari Masdar. Masdar ini telah dideportasi terlebih dahulu karena akun sosial medianya radikal dan mendukung ISIS.

“Terduga menurut informasi telah dideportasi oleh otoritas pemerintahan Jepang, dia menggunakan maskapai Philippines Airlines PR-537, saat tiba di Bali,” ujarnya.

Menurutnya, yang bersangkutan ditangkap oleh Kepolisian Jepang dikarenakan overstay pada 15 Juli 2016 lalu dan terbukti atas kasus pemalsuan dokumen kartu kependudukan (residen) pada 23 September 2016 lalu.

“Selanjutnya dia di deportasi oleh otoritas Jepang pada 14 Februari 2017,” katanya.

Ditanya mengapa yang bersangkutan mendarat di Bali. Kabid Humas beralasan bahwa terduga memilih mendarat di Bali lantaran setiap deportan bebas memilih penerbangan kemanapun.

“Deportan itu bebas mereka boleh memilih kemana mereka akan kembali dan memilih jalur penerbangan sehingga tidak  menutup kemungkinan untuk menghindari tracking dari petugas,” jelasnya.

Hingga saat ini, terduga menurutnya masih berada di Mapolda Bali, untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun, yang bersangkutan diberangkatkan dengan menggunakan maskapai Philipines Airlines PR 437 pukul 09.35 dari Chubu International Airport Jepang dan tiba pukul 13.00 di Manila, Filipina.

Kemudian dilanjutkan menggunakan maskapai Philipines Airlines PR 537 pukul 20.55 dan tiba pada 15 Pebruari 2017, pk 0.25 Wita di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment