Saber Pungli Ungkap Juru Parkir Anggota Ormas Kerap Peras Toko di Buluh Indah

Bukti Pungli. Foto: balinewsnetwork/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork- Kedapatan melakukan pungutan liar (Pungli) di sepanjang pertokoan di Jalan Buluh Indah, Denpasar, pria berinisial IWS (40), pekerjaan juru parkir, ditangkap Tim Saber Pungli Polda Bali bersama Kejati Bali pada Kamis (9/2) lalu.

Tersangka yang merupakan anggota salah satu ormas di Bali ini, ditangkap bersama sejumlah barang bukti (BB) yakni uang senilai Rp 900 ribu.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengatakan, penangkapan tersangka IWS bermula dari informasi masyarakat sekitar yang sering mengeluh adanya aksi premanisme dan pemerasan yang dilakukan oleh tersangka.

“Penyelidikannya sendiri sudah lama, dan si IWS ini, memang anggota ormas di Bali dan berdasarkan keterangan warga disekitar, dia sering melakukan pungutan liar. Dan pada saat dia sedang meminta pungutan bulanan di salah satu tempat rongsokan di Buluh Indah, pelaku kita tangkap bersama sejumlah barang bukti,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (12/2).

Pihaknya membekuk tersangka, lantaran pria ini sering melakukan pungutan disertai pemerasan dan premanisme yang tarifnya berkisar Rp 100 ribu.

Hengky juga mengatakan, tersangka saat ditangkap telah membawa uang senilai Rp 900 ribu. “Uang itu hasil pungutan liar di sejumlah toko di Jalan Buluh Indah,” imbuhnya.

Setiap bulan, ujarnya pelaku meminta uang ke setiap toko sebesar Rp 100 ribu. Dan dari hasil pengembangan penangkapan tersangka, IWS mengaku melakukan aksi pungutan liar atas suruhan IMS alias D yang juga merupakan anggota ormas di Bali.

“Jadi IWS ini tukang parkir ini melakukan pungutan atas perintah D,” jelasnya.

Petugas tak mau berlama-lama membiarkan pelaku berkeliaran, pada Jumat (10/2) polisi langsung membekuk tersangka D di rumahnya.

Ditanya apakah dengan penangkapan tersangka yang anggota ormas ini merupakan pemberantasan Polda Bali terhadap Ormas di Bali? Kabid membantahnya.

“Bukan Ormas yang diberantas tapi perilaku premanismenya yang diberantas. Termasuk juga premanisme yang berkedok Ormas, harus diberangus,” pungkasnya.

Kini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Mapolda Bali dan dijerat dengan pasal 368 ayat I KUHP tentang pemerasan yang disertai kekerasan dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment