Puluhan Penyosohan Beras di Tabanan Izinnya Mati

Ilustrasi. Foto: balinewsnetwork/ist.

Tabanan/BaliNewsNetwork- Dari ratusan penyosohan beras yang ada di Kabupaten Tabanan, puluhan penyosohan beras izinnya mati. Para pemilik enggan mengurus perpanjangan izin karena berbagai alasan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, Minggu (12/2). Budana mengatakan pihaknya tidak hafal jumlah keseluruhan penyosohan beras yang ada di Kabupaten Tabanan. “Mohon maaf  Pak saya tidak membawa data, besok saja ke kantor agar lebih jelas,” katanya ketika dikonfirmasi via telpon. Yang jelas kata pejabat asal Desa Angseri, Kecamatan Baturiti ini, jumlah keseluruhan penyosohan beras di Tabanan mencapai ratusan. Pun ia mengakui kalau dari jumlah tersebut puluhan usaha penyosohan beras yang izinya mati. “Sekitar puluhan usaha penyosohan beras yang izinya mati,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan pihaknya adalah menyarankan agar pemilik penyosohan beras memperpanjang izinya. “Alasan utama pemilik penyosohan beras tidak memperpanjang izinya karena mengaggap usaha mereka kecil,” tandasnya. Memang diakui, penyosohan beras  yang paling banyak izinya mati adalah penyosohan beras yang kecil kecil yang kadang kadang ada orderan. “Kalau penyosohan beras yang mendapatkan dana bantuan LUEP semuanya berizin dan saya lupa datanya berapa jumlah yang dapat dana LUEP. Saya sarankan besok ke kantor mencari data lengkapnya,” kilah Budana. (ram)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment