Ini Langkah PDAM Denpasar Antisipasi Keruhnya Air

Kekeruhan air sangat tinggi akibat banjir bandang. Foto: balinewsnetwork/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork- Terkait penyetopan air PDAM Kota Denpasar dari tanggal 7 Februari hingga diprediksi akan normal kembali pada Jumat 10 Februari esok.

Direktur PDAM Kota Denpasar Ida Bagus Gede Arsana mengatakan, bahwa penyetopan terpaksa dilakukan lantaran tingkat kekeruhan bahan baku air yang sangat tinggi hingga capai 18 ribu NTU (Nephelometric Tubidity Unit).

“Musibah tidak bisa kita prediksi dengan tingkat kekeruhan 18 ribu NTU, tidak mungkin bisa kita lakukan. Hari ini tingkat kekeruhan kalau bicara produksi 1000 NTU kita lakukan, tapi ini kita lakukan masih 1800 NTU demi pelayanan,” ujarnya ketika dikonformasi Kamis (9/2).

Ida Bagus Gede Arsana bukannya tidak menyadari keluhan para warga. Karenanya, pihaknya telah bekerjasama dengan instansi terkait untuk penambahan tangki air.

“Saat ini PDAM baru memiliki tiga tangki air yang bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, tangki ini bersifat antrian. Jadi kalau ada yang telepon baru kita salurkan,” tukasnya.

Dengan isi per tangki 4 kubik liter air dari sumur bor yang dimiliki Pemerintah Kota Denpasar, diharapkan bisa mencukupi kebutuhan air warga Denpasar. Saat ini pihaknya mengaku memiliki stok air hingga 20 kubik liter air.

“Kita janji tanggal 11 itu, kita kan tunggu kekeruhan dibawah 1000 NTU nah sekarang ini masih 1800 NTU kita paksakan demi pelayanan,” tandasnya lagi.

Meski demikian tak menutup pihaknya untuk segera membangun tempat penampungan air sebagai stok jika terjadi kondisi darurat seperti sekarang ini.

Hanya saja saat ini menurutnya, terkendali biaya yang mahal dan ketersediaan lahan.

“Kita sudah undang pusat bersama DPRD untuk membahas ini ya tempat penampungan stok air ini. Tidak memungkiri namanya PDAM harus punya bahan baku dengan stok air lahan yang diperlukan. Itu membutuhkan berapa hektar, nah ini kita yang belum bisa berikan seperti itu. Masalah cost juga itu pasti butuh dana trilyunan,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap tempat penampungan air tersebut cepat bisa terelisasi. Saat ini warga diminta untuk menghubungi PDAM jika membutuhkan air dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar dan BPBD Kota Denpasar.

Seperti diberitakan, Warga Denpasar mengeluhkan mati totalnya air PDAM Kota Denpasar dari tanggal 7 Februari kemarin.

Hal ini disebabkan terjadinya banjir bandang di Kawasan Bedugul sekitar dua hari yang lalu.

Akibatnya, aliran Sungai Ayung Antasura di Jalan Astasura, Denpasar mengakibatkan saluran intake tersumbat pasir dan pohon serta kekeruhan air sangat tinggi hingga capai 18 ribu NTU dan sulit diolah oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Blusung dan IPA Waribang. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment