Hakim Vonis Ringan Dua Koruptor Dana Alkes SBD

Terdakwa drg. Elisabeth Kaka. Foto: balinewsnetwork/amar ola keda

Kupang/BaliNewsNetwork- Dua terdakwa kasus korupsi program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu Kabupaten Sumba Barat Tahun Anggaran 2014 yakni, Obed Kondo Mete selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan drg. Elisabeth Kaka divonis ringan oleh majelis hakim dalam gelar sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (7/2/2017).

Terdakwa Obed Kondo Mete divonis 1,6 tahun penjara senda Rp 50 juta subsuder 1 bulan kurungan. Sementara terdakwa drg. Elisabeth Kaka hanya divonis 1,5 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa 4,6 tahun penjara dan denda 50 juta dengan subsider tiga bulan penjara.

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 3 ayat (2) huruf a Undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan terhadap Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa sebagai Kepala Dinas dan PPK tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, terdakwa juga telah mengingkari sumpah jabatan dan fakta integritas untuk tidak melakukan korupsi, perbuatan terdakwa juga merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Sementara hal yang meringankan bagi kedua terdakwa, belum pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Atas putusan itu, JPU, Soleman menyatakan pikir-pikir. “Kami masih memperlajari putusan dan masih pikir-pikir,” ujar JPU.

Jalannya sidang dipimpin ketua majelis hakim, Jimi Tanjung didampingi dua hakim anggota, Gustaf Marpaul dan Ali Mohtarom. Hadir pula JPU, Andrew Keya dan Jon Lumban Gaol. Sementara kedua terdakwa Elisabeth Kaka dan Obed Kondo Mete didampingi kuasa hukumnya, Melkianus Daomanu, Filmon Polin, dan Rian VF Kapitan.

Untuk diketahui, proyek itu terbagi dalam dua item yakni, belanja modal pengadaan alat-alat kedokteran umum dengan pagu dana sebesar Rp 1.026.987.400 miliar dan belanja modal pengadaan alat-alat kedokteraan kebidanan dan penyakit kandungan dengan pagu anggaran sebesar Rp 764.742.000 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumba Barat dalam dakwaannya mengatakan, perbuatan terdakwa, Obed Kondo Mete, selaku PPK dan terdakwa, Elisabeth Kaka selaku PA dalam melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan membuat Rancana Umum Pengadaan (RUP) pada Dinkes Kabupaten Sumba Barat Daya justeru menggabungkan kedua kegiatan pengadaan menjadi satu kegiatan yakni pengadaan Alkes Puskesmas, Pustu, Puskesmas dan Poned untuk Puskesmas dan jaringan dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.791.729.400 miliar. Atas perbuatan terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp 802.491.274. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment