Tiga Warga Pemalang Terlantar di Maumere Dipulangkan  Dinas Sosial

Ketiga warga Pemalang, Jawa Tengah saat mengurus surat orang terlantar di Polsek Alok Maumere. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Tiga orang warga Pemalang, Jawa Tengah yang terlantar di Maumere dipulang oleh Dinas Sosial Kabupaten Sikka. Ketiga orang terlantar tersebut masing-masing Mulyadi (46) Budiharjo (50) dan Fajar Suryadi (22). Ketiganya adalah warga Desa Jebet, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah

Ketiga warga Pemalang tersebut duduk di emperan Kantor Syahbandar Maumere. Awak media yang mengamati ketiga orang tersebut sejak pagi hingga pukul 12.00 wita, langsung dihampiri oleh wartawan Cendana News Ebed de Rosari, Kamis (2/2/2017) siang.

Dari pengakuan ketiganya hendak mau pulang ke kampung halaman mereka namun tidak memiliki biaya dan hendak meminta tolong ke pihak Syabandar Maumere agar ketiganya bisa menumpang Kapal Laut secara gratis dari Maumere ke Surabaya.

“Kami ditipu oleh teman sendiri yang bawa kami ke Maumere. Katanya akan dipekerjakan sebagai buruh kupas kelapa dengan gaji borong. Tetapi setelah kami di Maumere kami tidak ada kerja dan kami makan hanya sekali dalam sehari,” kata Mulyadi sambil menahan tangis.

Ketiga awak media yang mendengar keluhan ketiga warga Pemalang tersebut langsung berkoordinasi dengan Polsek Alok dan Dinas Sosial Kabupaten Sikka agar ketiga warga tersebut dapat dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Ketiga warga Pemalang menghadap Dinas Sosial Sikka

Ketiga warga Pemalang menghadap Dinas Sosial Sikka

Ketiga warga Pemalang tersebut langsung dibawa oleh awak media ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka. Di hapadan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Antonius da Cunha, Mulyadi mengaku mereka dibawa ke Maumere sebelum Natal tahun 2016 oleh rekan mereka yang bernama Bajo.

“Kami pertama di bawa ke Dori di Kabupaten Ende, selama satu bulan tidak ada kerja. Akhirnya kami dibawa ke Maumere di rumah salah satu warga yang kami tidak kenal namanya. Di sana kami kupas kelapa dengan gaji Rp 15.000 untuk 100 buah kelapa. Tapi kami tidak dikasi gaji makanya kami memilih pulang,” kata Mulyadi.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sikka,  Antonius da Cunha mengatakan, secara kemanusiaan bertanggungjawab untuk segera pulangkan ketiga warga Pemalang tersebut agar tidak terlantar di Maumere.

“Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk pulangkan mereka. Kita akan cek jadwal kapal untuk segera pulangkan ketiganya. Kasihan karena mereka sendiri tidak tahu persis orang yang janjikan mereka kerja. Kalau mereka kenal baik, dinas akan panggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata da Cunha.

Setelah mendapat surat keterangan orang terlantar dari Polsek Alok, ketiganya diminta untuk beristrahat di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka sambil menunggu jadwal kapal. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment