Polres Flotim Seharusnya Mudah Ungkap Kasus Pembobolan Brankas Dinkes

Antonius Ali. Bnn/ist

Lanrantuka/BaliNewsNetwork.com-Misteri raibnya uang dari dua  brangkas Dinas Kesehatan kabupaten Flores Timur pada Kamis (26/1) lalu sebenarnya sangat mudah  diungkap oleh pihak Polres Flotim. Berdasarkan bentangan kisah sebagaimana pemberitaan  media massa yang diperoleh dari keterangan hasil pemeriksaan polisi, maka pihak penyidik seharusnya lebih fokus mendalami pemeriksaan pada bendahara utama, pembantu bendahara, honorer yang dititip kunci serta pimpinan dinas itu sendiri. Demikian penegasan advokat senior NTT Antonius Ali, SH yang dikonfirmasi balinewsnetwork.com melalui jalur messenger,Sabtu (4/2) .

Menurut Antonius Ali,  titik  kunci yang harus  menjadi ‘perburuan’ tim penyidik Reskrim Polres Flotim yang menangani kasus pembobolan dua brangkas dinkes  ini adalah  bendahara utama, bendahara pembantu dan pegawai honorer serta orang yang menyuruh bendahara utama untuk menjalankan dinas luar kantor (luar daerah).

“Saya percaya,  penyidik Polres Flotim pasti akan menyentuhnya, namun yang harus menjadi titik fokus  pemeriksaan adalah pihak-pihak tersebut. Yang paling patut diduga  bertanggungjawab adalah bendahara utama dan bendahara pembantu.  Tidak boleh simpan uang dengan nilai banyak di brankas. Atas saran dan kehendak siapa kunci brankas diserahkan kepada pegawai honorer yang baru sehari masuk kantor? Yang patut diduga pertama sih so pasti pegawai honorer baru itu dan bendahara pembantu. Soal dinas luar dari bendahara utama bisa diduga trik, bisa juga tidak tergantung urgensi urusannya. Nah, penyidik harus sentuh semua itu,” tegas Anton Ali.

Menurut Antonius Ali, secara normatif, kenyataan pembobolan dua brankas yang menyebabkan  Rp 456.000.000 uang persediaan  dinkes Tahun Anggaran 2017 itu hilang,  membuktikan kelalaian  sang bendahara itu.

Walau demikian  menurut pengacara senior asal Manggarai itu, aneka dugaan bisa diuraikan  dalam kasus tersebut. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan pilkada, dugaan tersebut bisa dikembangkan para penyidik Polres dalam pemeriksaan tersebut.

Secara terpisah, Kapolres Flotim AKBP Irshan Yandri, SH., SIK., M.Si yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Nengah Lantika di sela-sela pembukaan turnamen voli Kapolres Flotim Cup 2017 beberapa waktu lalu mengungkapkan, pihaknya semakin intensifkan pemeriksaan pada mereka yang berada dalam ruangan bagian keuangan dinkes tersebut.

“Tadi kita periksa lagi Kasubag Keuangan Dinkes Flotim dan akan diikuti dengan yang lain,” ujar Nengah Lantika.

Pria asal Bali itu mengakui  banyak temuan janggal alias aneh dalam kasus ini. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment