Warga Lalang Pasek, Kembali Datangi Kantor Kejaksaan–Minta Hentikan Pengusutan Kasus Dana Hibah Bansos

Perwakilan warga Banjar Lalang Pasek saat diterima langsung Kajari Tabanan, Atang Bawono. Foto: Balinewsnetwork/ram.

Tabanan/BaliNewsNetwork- Setelah sebelumnya tujuh warga Banjar Lalang Pasek, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan mendatangi kantor kejaksaan negeri Tabanan meminta kasus penyalahgunaan Dana Hibah Bansos, diusut tuntas. 50 warga Banjar Lalang Pasek, kembali mendatangi  Kejari Tabanan, Jumat pagi (3/2/2017). Mereka justru meminta menghentikan pengusutan kasus dana hibah tersebut karena sudah ditetapkan tersangkanya.

Kedatangan warga Banjar Lalang Pasek diterima langsung Kajari Tabanan Atang Bawono beserta jajaranya. Dihadapan para petinggi Kejaksaan, sejumlah perwakilan banjar menyampaikan enam poin tuntutan diantaranya memohon agar Kejaksaan Negeri Tabanan untuk menghentikan pengusutan terhadap kasus tersebut. Pasalnya pembangunan tersebut sudah pernah diaudit oleh Bawasda bersama ketua panitia pembangunan yang diperkirakan menghabiskan dana kurang lebih Rp 360 juta. Dan I Gede Tiasa yang saat itu menjadi ketua panitia sudah menyampaikan dihadapan rapat banjar dan seluruh warga banjar yang hadir termasuk I Gusti Ngurah Putra Sarjana yang sebagai pelapor dalam hal ini juga ikut hadir serta tidak ada mengatakan keberatan. Dan saat itu kelihan banjar adat I Nyoman Sukarya saat pembangunan diberi wewenang penuh oleh warga banjar dalam mengelola keuangan banjar untuk pembangunan tahap satu. “Artinya tidak ada satupun warga banjar yang mempersoalkannya,” beber warga.

Bahkan sejak tahun 2008 sampai sekarang dikatakannya sudah tiga kali terjadi pergantian kelian banjar, tidak pernah ada dalam rapat banjar usulan untuk mempersoalkan pembangunan tersebut.

“Bahkan sudah ada keputusan dalam rapat banjar untuk menghentikan kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini I Wayan Sukaja dan Ketut Suwardiana, karena keduanya diberhentikan jadi anggota DPRD akibat berseberangan dengan induk partainya,” jelasnya. Pada kesempatan itu warga juga mempertanyakan tujuh warga Banjar Lalang Pasek yang mendatangi kejaksaan guna meminta kasus tersebut diusut sampai tuntas.  Warga yang dikoordinir oleh Made Arianta juga meminta agar memberikan penangguhan penahan terhadap tersangka I Nyoman Sukarya.

Kejari Tabanan, Atang Bawono didampingi Kasipidsus dan Jaksa menjelaskan terkait penanganan proses hukum kasus dugaan Dana Hibah Bansos ini jajarannya sudah melakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai dengan mekanisme. Meski demikian aspirasi yang disampaikan kali ini akan tetap diterima oleh Kejaksaan. “Dalam penanganan perkara ada prosesnya dan dalam waktu dekat sudah dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya. Atang menegaskan proses kasus ini tetap berjalan. Terkait permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka, Atang Bawono tidak bisa mengabulkan. Karena akan mengganggu proses dan tahapan selanjutnya.

Atang hanya menekankan bahwa mencuatnya kasus yang selanjutnya diselidiki oleh Kejaksaan bukan hanya bersumber dari laporan saja melainkan juga berasal dari aparat intilijen, laporan BPK dan sebagainya. “Jadi banyak informasi, jangan hanya berpikir ada yang melapor. Saya harap jangan sampai ada perpecahan antar warga banjar,” pungkasnya.

Mendapatkan penjelasan dari pihak kejaksan, warga yang berjumlah 50 orang tersebut kembali dengan tertib dengan pengawalan. (ram)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment