Polisi Kupang Selamatkan Korban HumanTrafficking  di Aceh

Tiga dari empat korban human trafficking tiba di Bandara El Tari Kupang. bnn/amar ola keda

Kupang/BaliNewsNetwork-Sebanyak empat korban human trafficking dipulangkan satgas human trafficking Polres Kupang. Keempatnya diterbangkan dari Aceh menggunakan pesawat Batik Air melalui bandara El Tari Kupang, Sabtu (14/1/2017), sekitar pukul 22.00 wita. Keempat korban didampingi tim satgas human trafficking Polres Kupang.

Keempat korban tersebut berinisial, EK, (24), LL (16), SM (25) dan DN (22). Keempat korban tersebut, tiga diantaranya berasal dari Kabupaten Kupang dan satu berasal dari Kabupaten Malaka.

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Ebed Amalo mengatakan, keempat korban human trafficking dijemput di Aceh oleh Satgas human trafficking rencananya ditempatkan di Medan. Keempat korban tersebut merupakan jaringan Ringgi dan Susi Nona yang selama ini bertugas sebagai perekrut.

“Keempat korban ini jaringannya Medan namun dipekerjakan di Aceh,” ujar Amalo kepada wartawan, Sabtu (14/1/2017).

Baca: Polisi Selamatkan Gaji Empat TKW Asal NTT yang Ditahan Majikan

Menurut Amalo, keberadaan keempat korban diketahui dari hasil pemeriksaan dua tersangka yang ditangani berkas perkaranya dan sudah sampai tahap II. Modus yang digunakan perekrut adalah dengan memalsukan dokumen.

Satu dari empat korban human trafficking didampingi polisitiba di Kupang

Korban LL yang masih di bawah umur tiba di Kupang

Dalam kasus humas trafficking, Polres Kupang tidak saja melakukan penanganan terhadap para pelaku namun sekaligus memulangkan para korban ke keluarga masing-masing. Polisi menduga masih ada korbam lainnya yang berada di Medan dan Aceh.

“Kami akan mendalami jaringan dan terus akan berusaha membongkar jaringan ini,” ungkapnya.

Palsukan Dokumen Korban Trafficking, Sekdes Jadi Tersangka

Baca: Palsukan Dokumen Korban Trafficking, Sekdes Jadi Tersangka

Dikatakan, keempat korban tersebut telah berada di Aceh sejak setahun dan dua tahun dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Bahkan, salah satu korban masih di bawah umur dengan inisial (LL).

“Saat dikirim korban LL masih di bawah umur, ” jelas Amalo.

Selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga, keempat korban tersebut dijanjikan gaji sebesar Rp 800.000 sampai Rp 1.000.000 namun selama bekerja keempat korban tidak diberikan gaji. Selain itu, keempat korbam tersebut ditempatkan di gudang dan tidur beralaskan triplex.

Dituduh Mencuri HP Majikan

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Ebed Amalo membeberkan, salah satu korban, EK, (24) asal Camplong, Kabupaten Kupang direkrut oleh tetangganya sendiri, yakni Lin Manu dengan modus gaji yang menggiurkan. Korban kemudian diserahkan ke Arif di Kota Kupang, selanjutnya dibawa dan ditampung di rumah Susi Nona yang beralamat di Bimoku, Kupang Tengah, kemudian diberangkatkan bersama korban DN (16) oleh Ringi sebagai eksekutor bandara.

Sementara korban, SM (25) asal Polen, Kabupaten TTS, direkrut dan dikirim oleh Susi Nona pada bulan Agustus  2015 silam. Ia dipekerjakan di Aceh di majikan Landiawaty alias Melan. Di Aceh, SM bertemu atau berkerja bersama korban DN di majikan yang sama dan bertemu dengan LL yang datang mendahuluinya.

EK dan LL bahkan pernah dituduh mencuri HP majikannya hingga dilaporkan ke polisi Aceh namun tidak ditahan. Mereka dibawa ke Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial-Anak Berhadapan dengan Hukum (LPKS-ABH) pada Dinas Sosial Aceh sambil menunggu proses hukum. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment