Ribuan Pecalang Jadi Relawan Pemberantas Nakoba

Komjen Pol Budi Waseso ketika mengukuhkan ribuan pecalang sebagai relawan pemberantas narkoba di gedung Wiswa Sabha, Renon Denpasar. bnn/sid

Denpasar/BaliNewsNetwork-Ribuan pecalang  alias petugas keamanan desa adat di Bali dikukuhkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, sebagai relawan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan  Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Pecalang yang ditunjuk ada sekitar 1.359 orang dari 1.488 desa pekraman atau desa ada di Bali.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, narkoba merupakan momok yang menakutkan. Dia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali agar menjauh dari peredaran narkoba.

“Jangan sampai ikut-ikutan, saya katakan tadi mari mulai dari diri sendiri, istri, suami, pacar, anak, keluarga yang lain, teman-teman kalau ada yang tau kasi tau, stoplah. Kalau baru coba-coba cepat dikasih tau, kalau sudah kecanduan ya harus direhabilitasi, urusan tangkap menangkap itu polisi BNN,” kata Gubernur di gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (12/01/2017).

Gubernur juga berpesan kepada pecalang yang ditunjuk sebagai relawan, bahwa Bali memiliki awig-awig (aturan) dan perarem (kesepakatan) di desa pakraman masing-masing.

“Kalau itu semua bertindak, minimal orang yang tunduk kepada hukum adat Bali, minimal dia selamat dan itu sudah hebat,” tandasnya.

Mangku Pastika mengingatkan kepada pecalang yang ditunjuk agar saling mengingatkan apabila ada temannya yang terindikasi menggunakan narkoba.

Gubernur juga meyakinkan bahwa dalam fungsinya saat ini, pecalang tidak hanya untuk kepentiangan adat tetapi juga ikut membantu pemerintah, terutama dalam memerangi narkoba di lingkungannya.

Ia juga mengingatkan agar pecalang bisa menjadi contoh dan harapan dalam mengentaskan narkoba.

“Jangan sampai justru pecalang jadi pelaku narkoba. Itu harus diingat. Ingat narkoba ini masalah serius, sudah mulai merambah lingkungan kita di banjar-banjar. Mari kita perangi mulai dari diri kita,” tutupnya. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author