Permohonan Pailit Kepada BUVA Tidak Berdasar

Alila Villas Uluwatu. foto/www.alilahotels.com

Denpasar/BaliNewsNetwork-PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk atau lebih dikenal dengan (BUVA), menyatakan,  permohonan pernyataan pailit yang diajukan oleh PT Monroe Consulting Group (Monroe) melalui Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat adalah tidak berdasar. BUVA tidak memiliki hubungan hukum apapun dengan Monroe terkait pokok perkara dalam permohonan pailit tersebut.

Permohonan pernyataan pailit No. 03/B-MCG-BUVA/NYCO/XII/16 yang diajukan pada 8 Desember 2016 jelas tidak tepat. BUVA juga telah menyampaikan penjelasan melalui dua buah surat  kepada Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK), berturut-turut pada 3 dan 11 Januari 2017.

Dimikian rilis dari Benita Sofia, Corporate Secretary PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk Jakarta  yang diterima www.balinewsnetwork.com, petang ini, Kamis (12/01/2017).

Dalam rilis tersebut, BUVA juga menilai bahwa pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Kuasa Hukum  Monroe kepada media, terkait materi pokok perkara tidak selayaknya disebarluaskan. Selain karena tidak memiliki dasar, pernyataan dan informasi tersebut menyesatkan dan dapat mengganggu proses pemeriksaan oleh peradilan yang berwenang.

“Aktivitas usaha perseroan hingga hari ini berlangsung normal. Pernyataan-pernyataan yang disebarluaskan terkait pokok perkara dalam kasus ini sama-sekali tidak benar. BUVA dalam hal ini sama sekali tidak memiliki hubungan hukum dengan Monroe. Penyesatan informasi tersebut juga  mencederai proses pemeriksaan oleh peradilan yang berwenang,” jelas Corporate Secretary PT. Bukit Uluwatu Villa, Tbk, Benita Sofia.

Berdasarkan berbagai pernyataan dan informasi menyesatkan dari pihak Monroe tersebut, BUVA akan menyikapinya dengan melakukan tindakan hukum.

Selanjutnya para pihak yang berkepentingan dapat melakukan klarifikasi langsung terkait dengan berita-berita mengenai perseroan, namun tidak terbatas pada permohonan pailit melalui Corporate Secretary PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk.

PT Bukit Uluwatu Villa, Tbk  didirikan pada tahun 2000 dengan visi untuk menjadi pemimpin pasar, khususnya dalam pengembangan hotel dan resort yang ramah lingkungan. Saat ini BUVA memiliki hotel Alila Ubud di Gianyar, Bali (beroperasi komersial sejak 1996),  Alila Villas Uluwatu di Pecatu, Bali (beroperasi komersial sejak 2009) dan Alila Manggis di Karangasem, Bali Timur (diakuisisi akhir tahun 2015).

BUVA telah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering – IPO) kepada masyarakat sebanyak 857.142.500 lembar saham dengan masing-masing nilai nominal Rp 100, terjual pada harga penawaran Rp 260 per lembar. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli 2010. Sebagai perusahaan terbuka, saat ini BUVA dimiliki oleh Publik, PT. Asia Leisure Network , NV Holdings III Limited dan Shinhan Group. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment