Warga Parumaan Nikmati Air Bersih – Setelah Puluhan Tahun Konsumsi Air Asin

Air bersih tiba  rumah warga di Pulau Paruman Foto: BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Ribuan warga Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, merasa bangga dan berterimakasi kepada pemerintah dengan proyek jaringan air bersih yang masuk di wilayah itu.

Pasalnya, selama ini warga di wilayah itu kesulitan memperoleh air bersih dan hanya mengandalkan air tadah hujan. Warga yang mampu menggali sumur juga sia-sia karena airnya asin. Namun apa daya masyarakat tetap menggunakan air sumur sekalipun asin.

Bagi warga Parumaan yang secara ekonomi  mampu membeli air bersih, harus menyewa perahu motor untuk membeli air bersih di Gusung Karang, Desa Koja Gete, Pulau Besar dengan mengeluarkan sejumlah uang. Sedangkan untuk MCK,  Parumaan menggunakan air sumur sekalipun asin.

Hal itu dikatakan Muhdir, Sekretaris Desa Parumaan kepada BNN Senin (09/01/2017) saat wawancarai media di kediamannya terkait kendala air bersih yang dialami warganya selama ini.

“Sujud syukur kepada Allah, dan terima kasih kepada pemerintah. Saat proyek air bersih selesai dan air keluar di Parumaan banyak warga yang terharu bahkan ada yang meneteskan air mata. Karena selama ini pada umumnya warga bertahan hidup dengan air sumur sekalipun asin. Kalau mandi kita pake sabun tidak busa, karena air asin,” kata Muhdir yang dibenarkan warga lainnya.

Rumah warga Pulau Paruman, Alok Timur, Sikka. bnn/yunus atabara

Rumah warga Pulau Paruman, Alok Timur, Sikka. bnn/yunus atabara

Hapsyah (50) salah seorang warga Parumaan kepada BNN mengatakan,  anak dan cucunya selama ini mandi di air laut. Setelah itu bilas dengan air sumur. Sedangkan untuk masak, kata Hapsyah, beli air dengan harga Rp 5.000 satu jerigen.

“Selama ini kalau ada perahu motor yang pergi ambil air di Gusung Karang, kita titip, dengan harga lima ribu satu jerigen,” ujarnya.

Dalam uji coba proyek air bersih tersebut yang dilakukan oleh Plt. Kadis PU Sikka, Agustinus Boy Satrio, bersama PPK Frans Mesten dan disaksikan Direktur CV Fajar selaku rekanan yang mengerjakan pembangunan jaringan air bersih antarpulau itu, masyarakat meminta agar pemerintah membangun lagi sebuah bak reservoeir di wilayah itu untuk menampung air sebelum dibagikan ke rumah masing-masing warga.

Plt Kadis PU Kabupaten Sikka Agustinus Boy Satrio kepada BNN mengatakan, pembangunan jaringan air bersih untuk masyarakat di Pulau Parumaan itu bersumber dari dana DAK tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar lebih.

Menurut Boy Satrio, sumber air berada di wilayah Desa Kojagete di Pulau Besar yang dialirkan menggunakan pipa GIP sepanjang Km 7 dari sumber air ke pantai, lalu dilanjutkan dengan menggunakan pipa PE sampai di Pulau Parumaan sejauh Km 3,4.

“Ini langkah pemerintah untuk memenuhi ketersediaan air bersih untuk warga Parumaan. Kita bangun jaringan air bersih lintas pulau dan baru pertama kali dilakukan di wilayah Kabupaten Sikka. Kita berharap masyarakat merawatnya secara baik agar bisa dinikmati,” kata Satrio.

Menurut Boy Satrio, debit air yang dialirkan ke Parumaan sesuai hasil survey pada puncak musim panas, 1,5 litar per-detik. Dengan demikian, pemerintah membangun captering di dekat mata air dan membangun bak reservoeir berkapasitas 20 kubik untuk menampung air yang akan dialirkan ke Pulau Parumaan. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment