SDK Wolomude Memprihatinkan – Satu Meja Untuk Empat Murid

Kondisi ruang kelas SDK Wolomude, Desa Teka Ikut, Kangae, Sikka. Foto: BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Puluhan siswa-siswi SDK Wolomude, Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kondisi tidak layak. Seluruh fasilitas pendukung KBM sangat memprihatinkan. Di mana empat siswa menggunakan satu meja, yang sudah tidak layak karena rusak. Selain itu ruang guru tidak memiliki kursi, meja dan lemari untuk menyimpan buku-buku.

Selain itu,  gedung SDK Wolomude yang dibangun 1960 itu tinggal menunggu waktu untuk rubuh. Maklum bangunan sudah termakan usia. Atap Seng berkarat dan sudah berlubang sehingga air hujan tembus ke plafon, yang mengakibatkan plafon di beberapa ruang kelas dan ruang guru  mengalami kerusakan. Kondisi bangunan yang hanya berjarak 2 meter dari jalan raya itu tidak memiliki pagar sekolah.

Meja guru ditumpuk semua dokumen karena tak ada lemari

Meja guru ditumpuk semua dokumen karena tak ada lemari

Hal itu disampaikan Kepala SDK Wolomude, Egenius Efendi, kepada BNN Sabtu (7/1) terkait kondisi sekolah itu, yang usianya sudah puluhan tahun namun belum memiliki listrik dan fasilitas pendukung yang memadai.

“Segala fasilitas pendukung seperti meja, kursi, lemari dan papan tulis serta kondisi atap gedung sudah sangat memprihatinkan. Siswa terpaksa menggunakan 1 meja saat KBM. Yang kasiannya kalau ujian, karena seharusnya 1 siswa satu meja tetapi kami di sini 1 meja untuk 4 siswa,” kata Egenius Efendi.

Efendi menjelaskan,  dalam reses anggota DPRD Sikka di wilayah itu, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan pagar sekolah dan meubelar serta pembangunan ruang laboratorium. Para wakil rakyat yang melakukan reses di wilayah itu berjanji untuk memperjuangkan kepada pemerintah melalui dana APBD ataupun melalui dana pokok pikiran DPRD.

“Yang dijanjikan saat itu hanya pembangunan pagar sekolah, untuk kenyamanan gedung sekolah serta kenyamanan siswa-siswi karena sekolah letaknya terlalu dekat dengan jalan,” kata Efendi yang dibenarkan rekan gurunya.

Ia berharap kepada pemerintah dan DPRD Sikka untuk tetap memperhatikan kenyamanan siswa siswi di sekolah itu dalam mengikuti KBM. Hal itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah itu.

Gedung SDK Wolomude, Teka Ikut, Kanage, Sikka. bnn/yunus atabara

Gedung SDK Wolomude, Teka Ikut, Kanage, Sikka. bnn/yunus atabara

Secara terpisah salah satu anggota DPRD Sikka yang melakukan reses di wilayah itu, Faustinus Vasco yang dikonfirmasi BNN membenarkan adanya keluhan kepala sekolah dan guru yang mengajar di SDK Wolomude dalam reses DPRD pekan lalu.

Menurut Faustinus Vasco keluhan masyarakat dan guru di Wolomude akan diperjuangkan di APBD tahun 2018 oleh karena sudah terjadi penetapan APBD 2017.

“Untuk kebutuhan yang sangat mendesak kita akan perjuangakan dalam APBD perubahan, kalau tidak melalui dana pokok pikiran anggota DPRD Sikka,” kata Vasco. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment