Bupati Sikka Blusukan Temui Korban Genangan Air

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera bersama warga di lokasi genangan air. Foto: BNN/Yunua Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera memantau langsung korban genangan di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat., Kabupaten Sikka. Di lokasi pemukiman warga yang tergenang air Bupati Sikka meminta pihak BPBD Sikka  segera membangun tenda dan dapur umum untuk para korban yang rumahnya ternedan air.

Bupati Sikka yang didamping Plh. Kadis PU Sikka Agustinus Boy Satrio, Wakapolres Sikka  Kompol Muhamad Saleh, Sekretris Dinas Pol PP Yoseph Benyamin dan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Irma Tibuluji Rera memberikan bantuan langsung berupa selimut, tikar, beras dan sarimi kepada korban air tergenang.

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera memantau lokasi genangan air. bnn/yunus atabara

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera memantau lokasi genangan air. bnn/yunus atabara

Selain meminta BPBD untuk membangun dapur umum, Bupati Ansar Rera juag meminta kepada Dinas PU untuk segera melakukan kajian penyebab terjadi air tergenang di wilayah Wolomarang, yang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam air saat hujan deras mengguyur Kota Maumere, Sabtu (7/1) siang.

“Pertama saya minta BPBD segera bangun tenda untuk korban dan juga saya minta Dinas PU segera melakukan kajian untuk mengetahui penyebab pemukiman warga terendam banjir,” kata Bupati Sikka.

Uasi memberikan bantuan kepada korban air tergenang di beberapa titik di Kelurahan Wolomarang, Bupati juga meninjau langsung beberapa rumah warga yang  ambruk akibat terendam air di Bebeng RT 07/RW 01 Kelurahan Wolomarang.

Pantauan BNN di lokasi banjir selain air setinggi lutut orang dewasa yang merendam pemukiman warga juga merendam tanaman milik warga. Korban genangan air  terlihat panik untuk menyelamatkan barang barang milik mereka ke rumah tetangga yang tidak kena dampak air tergenang.

Salah seorang korban, Zainal, warga Bebeng RT 07/RW 01 Kelurahan Wolomarang mengatakan wilayah ini sebelumnya   tidak pernah terjadi musibah genaangan air.  Peristiwa air menggenangi rumah warga baru kali ini terjadi.

Korban genangan air. bnn/yunus atabara

Korban genangan air. bnn/yunus atabara

“Sebelumnya tidak pernah terjadi, baru musim hujan tahun ini yang paling besar sampai merendam pemukiman warga,” kata Zainal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun BNN di lokasi pemukiman yang terendam air menyebutkan, penyebab genangan air ini akibat dari bangunan gedung yang tidak tertata secara baik sehingga menghambat lajunya air.

Selain itu  drainase yang tidak terawat sehingga menghambat lajunya air sampai ke muara. Seluruh drainase di wilayah itu hampir semuanya tidak berfungsi, karena penuh dengan tanah endapan dan sampah. Dengan demikian air meluap dan merendam pemukiman warga. (yun)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment