TPDI : Laporan PMKRI Terhadap Habib Rizieq Murni Penegakan Hukum

Meridian Dado

Kupang/BaliNewsNetwork-Laporan pidana oleh Pengurus Pusat-Perhimpunan Mahassiwa Katolilk Republik Indonesia (PP-PMKRI)  di Polda Metro Jaya terhadap Habib Rizieq Shihab terkait isi ceramahnya di Pondok Kelapa pada 25 Desember 2016 lalu yang terindikasi menista Agama Kristiani, tidak boleh dimaknai sebagai antitesis dari kekecewaan atau aksi pembalasan masyarakat atas pelaporan gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang juga dijerat dengan delik penistaan agama.

“Laporan pidana terhadap pentolan FPI yang dimotori oleh Angelo Wake Kako selaku Ketua Umum PP-PMKRI itu adalah murni penegakan hukum yang harus dilihat serta dimaknai sebagai perwujudan hak hukum warga negara Indonesia yang hidup dalam negara berdasarkan hukum,” ujar Meridian Dewanta Dado, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) wilayah NTT, kepada wartawan, Minggu (1/1/2017).

Menurut Dado, laporan PMKRI itu meminta peran aktif dan respon cepat pihak kepolisian sebagai suatu bagian dari sistem peradilan pidana agar berani bertindak tegas terhadap siapapun yang terindikasi melakukan tindak pidana penistaan terhadap agama.

“Negera ini melalui alat-alat kekuasaannya seharusnya sejak jauh-jauh hari tanpa perlu ada yang melapor pun sudah bisa bertindak tegas terhadap segenap pihak atau organisasi manapun yang terindikasi melakukan peonistaan terhadap agama tertentu,” tegas Dado.

Laporan pidana PP-PMKRI terhadap pentolan FPI itu juga sebagai isyarat bahwasanya negeri ini sebetulnya masih belum memiliki ketegasan dan kredibilitas untuk menumpas pihak-pihak atau organisasi-organisasi yang sengaja menebar penistaan terhadap agama tertentu.

Dia menambahkan, selama penegak hukum tidak mampu merespon dan tumpul menindak pihak-pihak yang sengaja menebar kebencian atau menodai paham agama lain, maka selama itu pula akan terus bermunculan aksi-aksi pro-aktif yang elegan dari sekelompok masyarakat sebagaimana yang telah dilakukan oleh PP-PMKRI guna mendorong pihak kepolisian agar berani mempidanakan pelaku-pelaku penista agama. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment