Upacara Nangluk Merana dan Mapakelem di Pura Luhur Pekendungan Tabanan

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan saat menghadiri upacara Nangluk Merana di Pura Luhur Pekendungan Rabu (28/12). Foto: balinewsnetwork/ram.

Tabanan/BaliNewsNetwork— Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan menghadiri upacara Nangluk Merana di Pura Luhur Pekendungan, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Rabu (28/12). Selain upacara Nangluk Merana, juga dilakukan upacara mulang pakelem di Pura Luhur Tanah Lot. Hadir dalam acara tersebut Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Wayan Gindra, Ketua Umum Perguruan Siwa Murti Jero Mangku Gede Made Subagia.

Panitia Acara Nyoman Sudarma mengungkapkan upacara yang digelar setiap tahunnya tersebut bertujuan untuk mendukung pertanian Tabanan sebagai daerah lumbung beras dan pangan di Bali. “Melalui kegiatan ritual yang digelar secara berkesinambungan setiap tahun diharapkan mampu mengajegkan Tabanan tetap sebagai lumbung beras di Pulau Dewata,” ungkapnya.

Dijelaskan upacara Nangluk Merana adalah upacara upacara yadnya yang dilaksanakan sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi agar berkenan menangkal atau mengendalikan gangguan-gangguan yang dapat membawa penyakit pada tanaman atau hama. Namun hama atau merana tidak hanya dipandang sebatas hama di sawah atau lahan pertanian saja, tetapi bisa dimaknai dengan segala aktivitas yang bisa merusak ekosistem, tanaman dan kehidupan masyarakat lainnya. “Hama atau merana boleh dikatakan segala sesuatu yang bisa menimbulkan kesengsaraan, penderitaan, kemiskinan, keterpurukan dan sejenisnya,” imbuhnya.

Setelah dilakukan persembahyangan bersama di Pura Luhur Pekendungan, acara dilanjutkan dengan mulang pakelem berupa kambing, itik dan ayam yang berwarna hitam di Pura Luhur Tanah Lot. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment