Kalah Kasasi, Tiga Rumah Mantan Camat Ini Dieksekusi – Kuburan pun Dibongkar

Djou Adonara Tahir berjalan lunglai meninggalkan rumahnya yang segera dirobohkan tim eksekusi PN Lembata.foto: bnn/sandrowangak

Lembata/BaliNewsNetwork-Eksekusi tiga bangunan rumah yang dihuni Djou Adonara Tahir (65), Masud Tahir (36) dan Siti Saniyah Tahir (45), di Kota Baru, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT itu berlangsung ricuh.

Tim eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Lembata terpaksa merobohkan ketiga rumah tersebut menyusul kekalahan mantan Camat Lebatukan tahun 1975 itu dalam perkara sengketa tanah di tingkat kasasi.

Perkara perdata yang bergulir 8 tahun itupun berakhir dengan upaya paksa. Eksekusi putusan PN Lembata pun berlangsung ricuh.

Seperti disaksikan Bali News Network, kediaman Djou Adonara Tahir yang berhadapan dengan Mapolres Lembata itu dipadati ribuan warga Lembata, ketika Juru Sita PN Lembata, Viktor Kotakeli mendekati rumah yang hendak diekseskusi dengan menggunakan 1 unit exavator, 5 unit dump truck dan 35  orang tenaga pengangkut barang.

Pelaksanaan eksekusi mendapat pengamanan dari Polres Lembata, Brimob Kompi IV Lembata dan TNI Koramil 1624 -03 Lewoleba dikoordinir oleh Kabag Ops AKP Robert M Bole.

Pelaksanaan eksekusi diawali pembacaan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung RI Nomor : 370 PK /PDT/2014 atas  3 (Tiga) Bidang Tanah Pekerangan yang terletak di Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan, Kababupaten Lembata; antara Abdullah Gani Genape sebagai Penggugat melawan Drs. Djou A. Tahir, dkk sebagai para Tergugat.

Masud Tahir, putera Djou A. Tahir mengatakan, sebagai warga negara yang baik, pihaknya menaati keputusan hukum, namun ia meminta seluruh barang milik ayahnya itu diletakan di luar tanah yang akan dieksesekusi.

Namun, Juru Sita PN Lembata Viktor Kotakeli menegaskan, Tim eksekusi diminta untuk mengosongkan rumah dan seluruh tanaman di atas objek sengketa, termasuk kuburan sekalipun. Viktor pun meminta 35 tenaga pengangkut barang yang disiapkan untuk mengeluarkan seluruh isi di dalam rumah.

Permintaan itu ditolak keluarga yang bersikeras minta meletakan barang bawaan mereka di luar tanah yang dimenangkan tergugat sebab keluarga Tahir langsung membangun rumah.

Suasanapun ricuh ketika petugas mulai mengeluarkan isi rumah agar digusur alat berat. Meski diprotes, namun keluarga itupun tak berdaya setelah aparat berupaya melerai. Seketika, tiga rumah, pepohonan yang dibngun sejak 1975 itu rata tanah. Kuburan yang menjadi saksi sejarah itupun dibongkar.  (sandrowangak)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment