Siswa Buleleng Dapat Bantuan  Dua Bus Sekolah dari Pemerintah Pusat

Dua buah bus bantuan pemerintah pusat dtiba di Buleleng. Foto: bnn/ina

Singaraja/BaliNewsNetworkBerkat koordinasi dan presentasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Perhubungan di hadapan Kementrian Perhubungan beberapa waktu yang lalu, sebanyak dua bus angkutan perkotaan diterima oleh Dinas Perhubungan.

Dua bus ini masing-masing berkapasitas 30 seat atau total 60 orang ini  langsung oleh Gede Gunawan AP, SE., M.Si, Kepala Dinas Perhubungan  Kabupaten Buleleng  di Kantor Dinas Perhubungan, Kamis (15/12).

Menurut Gunawan, berdasarkan presentasi di depan Kementrian Perhubungan, bus nantinya akan digunakan murni sebagai angkutan sekolah. Teknis pelaksanaan bus ini selanjutnya akan dibicarakan dengan Dinas Pendidikan, Organda, dan Kepolisian. Rencana ke depan pihak Dishub akan melaksanakan angkutan terhadap anak-anak sekolah pada jam sekolah dan pulang sekolah.

”Dari Dishub sendiri rencananya bus akan berangkat dari Terminal Penarukan dan Terminal Sukasada. Dari dua terminal tersebut, bus akan menyusuri jalan dan melewati sekolah-sekolah. Angkutan ini gratis karena telah disubsidi,” ujarnya.

Gunawan memaparkan,  pihak Dishub Buleleng masih menunggu surat-surat dua kendaraan ini. Saat ini baru  fisiknya saja yang diterima oleh Dishub Buleleng. Nantinya, surat-surat seperti faktur, STNK dan BPKB akan dikirimkan oleh pihak Kementrian Perhubungan. Setelah semua perizinan dan surat-surat lengkap baru berani dioperasikan.

Gunawan menambahkan, berdasarkan presentasi, idealnya bus ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas di perkotaan seperti jam-jam sibuk, jam-jam sekolah, dan jam pulang sekolah.

“Jadi bus ini digunakan untuk mengurangi kemacetan di perkotaan pada saat jam sibuk ataupun jam sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Penjabat  Bupati Buleleng, Ir. I Made Gunaja, M.Si menyatakan bantuan bus dari Kementrian Perhubungan ini merupakan bantuan yang diterima karena Kabupaten Buleleng meraih Wahana Tata Nugraha (WTN). Bus tersebut sudah ada di Buleleng tapi kelengkapannya belum diterima. Oleh karena itu, bus ini belum busa digunakan.

Gunaja berharap dengan kapasitasnya yang baru 30 seat , ke depannya penggunaan bus ini perlu kajian yang mendalam.

“Penggunaan bus ini harus dirumuskan terlebih dahulu. Bagaimana teknik penggunaan angkutan sekolah ini agar tidak terjadi keributan ataupun kecemburuan sosial karena kapasitasnya dan jumlah siswa yang berbeda,” tutupnya. (ina)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment