Jaksa Keluarkan Sprindik Baru Dugaan Korupsi Dana Swakelola

Sekretaris PUSAM Indonesia Oskar Vigator

Ende/BaliNewsNetwork-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende akhirnya mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) baru terkait dugaan korupsi dana swakelola pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende. Sebelumnya Kejari Ende sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini yakni Yos Mario, Yani Karbonila,Geby Pande, Gefar, dan Mikhael Mayor  dan sudah memasuki tahap tuntutan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Terdakwa Korupsi Dana Swakelola Dinas PU Ende Dituntut Beragam

Kejari Ende Muji Murtopo melalui Kasi Pidsus Max Mokola mengatakan, dikeluarkannya Sprindik baru tersebut karena  fakta persidangan menyebutkan pada tahun 2014 bendahara mengeluarkan uang Rp 50 juta  namun tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak dilaporkan kembali kepada Kepala Dinas Yos Mario maupun Frans Lewang sebagai Sekretaris Dinas PU Ende saatitu.

Mokola menjelaskan, berdasarkan fakta persidangan, yakni keterangan saksi bendahara yang menyatakan  menggunakan uang Rp 50 juta untuk kegiatan 17 Agustus yang menurut bendahara atas perintah Sekretaris Dinas PU Frans Lewang.  Namun Frans Lewang membatan hal ini. Lewang hanya  mengatakan “buat yang terbaik” namun diterjemahkan oleh bendahara sebagai perintah untuk mengeluarkan dan menggunakan uang dana swakelola tersebut.

“Berdasarkan fakta persidangan tersebut maka saat ini Kejari Ende melakukan penyelidikan khusus untuk dana Rp 50 juta yang di keluarkan oleh bendahara tetapi tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” tegas Mokola.

Sementara Sekretaris PUSAM Indonesia Oskar Vigator mengatakan sesungguhnya dalam semua kegiatan di sebuah SKPD sebelum berkas pengajuan anggaran untuk digunakan  masuk di ruangan kepala dinas untuk mendapatkan persetujuan, pasti sudah dibaca oleh sekretaris dinas terlebih dahulu dengan membubuhkan paraf.

Menurut Oskar, berkaitan dengan kasus dana swakelola di Dinas PU Ende terkesan sekretaris dinas tidak pernah mengetahui alur pengeluaran dan penggunaan uang sehingga dia tidak terlibat dan tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Dirinya mengapresiasi Kejaksaan Negeri Ende jika sudah melakukan penyelidikan  baru terkait dugaan korupsi tersebut. Apa lagi dikuatkan dengan Fakta persidangan bahwa ada uang Rp 50 juta tahun 2014 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kita berharap bisa memberikan rasa keadilan bagi lima terdakwa yang saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang, dengan  mengusut secara Tuntas siapa saja yang terlibat dalam penggunaan uang Rp 50 juta dan segera ditetapkan sebagai tersangka,”  tegas Oskar. (Dedi wolo)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment