Lautan Manusia Banjiri Karnaval Budaya

Lautan Manusia peserta karnaval budaya saat perayaan Hari Nusantara di Lembata. foto: bnn/sandrowangak.

Lembata/BaliNewsNetwork-Rangkaian Kegiatan Hari Nusantara di Lembata diawali dengan karnaval budaya sebelum expo nusantara dimulai. Beranekaragam budaya dan sumber daya alam ditampilkan.

Berbagai budaya yang ada di Lembata ditampilkan sebagai pesan kepada dunia  bahwa Lembata itu Keren. Lembata itu toleransi. Lembata itu indah. Lembata itu penuh kasih. Lembata itu damai.

????????????????????????????????????

Tempat sirih pinang (kenata) Lembata

Sebut saja misalnya, Komunitas Alor menampilkan pakaian dari kulit kayu. Etnis Bajawa mengikuti karnaval dengan menari Jai sepanjan jalan. Rote dengan alat musik sasando. Etni Jawa dengan baju adat Jawa. Sulawesi dan Tanah Toraja dengan pakaian adat masing masing. Itulah Lembata tergambar dalam rangkaian karnaval budaya Harnus 2016.

Bukan hanya itu, tarian khas Lembata pun ditampilkan termasuk busana dan pakaian adat. Yohanes Betekeneng yang tampil sebagai narator karnaval menggambarkan Lembata itu terbuka untuk siapa saja dan ramah terhadap siapa saja.

Untuk itu, menjaga Lembata dalam semangat taan tou (perstuan) menjadi kewajiban semua orang yang datang dan tinggal di Lembata.

Periuk dari tanah liat buatan Lembata

Periuk dari tanah liat buatan Lembata

Selain busana khas Lembata,  berbagai kerajinan tangan dan hasil pertanian serta makanan local juga ditampilkan. Karnaval ini dilepas oleh Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk dengan rute start dari depan SMA PGRI Lewoleba dan finis di Wulen Luo, lokasi perayaan Harnus 2016. Peserta yang mengikuti karnval diperkirakan 1500 orang dari berbagai kalangan. (sandrowangak)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment