Puluhan Rumah dan Sekolah di Pengambengan Terendam Banjir

Rumah warga di Desa Pengambengan, Jembrana yang tergenang banjir Kamis (08/12/2016) sore. Foto: balinewsnetwork/don.

Jembrana/BaliNewsNetwork— Puluhan rumah warga di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (08/12/2016) sore tergenang banjir. Banjir juga mencemari sumur warga sehingga warga sekitar mengalami kesulitan air bersih.

Banjir juga mencemari sumur warga. Foto: balinewsnetwork/don.

Banjir juga mencemari sumur warga. Foto: balinewsnetwork/don.

Banjir yang melanda rumah warga di lingkungan Kelapa Balian dan Munduk ini terjadi karena buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Ketinggian air yang menggenangi rumah warga mencapai sekitar 50-80 centimeter.

Bahkan pada rumah tertentu, banjir menggenangangi bagian dalam rumah hingga sejumlah perabotan hanyut. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga desa yang mayoritas nelayan itu.

“Banjir masuk sampai ke dalam rumah. Saya terpaksa menguras air biar tidak menghanyutkan perabot rumah tangga. Kalau itu terjadi sangat mengganggu karena kami tidak bisa apa-apa,” kata warga Pengambengan, Misnatun.

Akibat genangan air yang cukup tinggi, ativitas warga pun terganggu. Foto: balinewsnetwork/don.

Akibat genangan air yang cukup tinggi, ativitas warga pun terganggu. Foto: balinewsnetwork/don.

Selain menggenangi rumah warga, banjir juga mencemari sumur milik warga. Akibatnya warga mengalami krisis air bersih karena air sumurnya tidak bisa digunakan lagi karena keruh, kotor dan bau.

“Sumur ini kami pakai untuk minum, mandi, dan masak. Namun sekarang ndak bisa dipakai dah. Airnya keruh sekarang,” keluh warga sekitar, Serokin.

Kepala Desa Pengbengan, Samsul Anam mengatakan segera mengusulkan perbaikan saluran drainase ke Pemkab Jembrana. Karena banjir di kawasan itu sudah menjadi langganan sejak bertahun-tahun lalu.

“Hasil pendataan kami, sekitar 50 rumah yang langganan terendam banjir. Kami segera usulkan biar segara dibuatkan drainase agar banjir bisa dibuang ke laut. Semetara saluran yang tersumbat di Cupel segera diperbaiki secara gotong royong,” kata Samsul Anam.

Hingga Kamis malam belum ada bantuan untuk para korban banjir. Para korban mulai cemas bakal terkena penyakit kulit akibat banjir yang menggenangi rumah dan sumur mereka. (don)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment