KRI Dewa Ruci Berlabuh di Teluk Lewoleba Selama Harnus

KRI Dewa Ruci. bnn/dok

Lembata-KRI DewaRuci adalah kapal layar tiang tinggi berjenis Barquentine yang dimiliki dan dioperasikan oleh armada TNI. Rencananya KRI Legendaris RI ini akan berlabuh di Teluk Lewoleba selama perayaan Hari Nusantara (Harnus) yang punckanya di gelar di Lewoleba, Lembata, 13 Desember 2016.

Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk, melalui Kabag Humas Setda Lembata, Karolus K. Burin, kepada mendia ini, Selasa, 6 Desember 2016 membenarkan kedatangan KRI Dewa Ruci ke Lembata.

“Ya ade. KRI Dewa Ruci sudah dalam perjalanan ke Lembata. Dalam rangkaian kegiatan Harnus 2016,” ungkap Burin.

Burin menjelaskan kedatangan KRI ini akan menjadi kebanggan daerah karena dikunjugi kapal legendaris dengan tiga tiang tinggi dan rencananya berlabuh selama perayaan Harnus.

Data KRI Dewa Ruci

Data KRI Dewa Ruci/sandrowangak

Sementara itu, salah seorang peserta Pemuda Bahari 2015, Yoseph Aryant Tena, ketika dimintai keterangannya terkait kedataangan KRI Dewa Ruci menjelaskan, kapal ini digunakan sebagai Duta Bangsa dalam memeperkenalkan Negera Indonesia.

“Selain itu, kapal ini juga digunakan sebagai kapal latih Cadet Akademi Angkatan Laut Indonesia dalam melakukan Kartika Jala Krida,” ungkap Yoseph Tena yang mendapat kesempatan mengunjungi KRI Dewa Ruci sebagai Pemuda Bahari Indonesia tahun 2015 lalu.

Yoseph Tena yang juga putra asli desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata ini menceritakan KRI Dewa Ruci dibangun di Jerman digalangan kapal HC Stulcken & Sohn pada tahun 1932.

Akan tetapi pembangunan kapal ini tertunda karena kerusakan besar yang dialami galangan kapal tersebut oleh Perang Dunia II. Kapal yang memiliki tiga tiang selesai dibangun pada tahun 1952 dan resmi diserah terimakan pada tanggal 15 Januari 1953 dan menjadi hari ulangtahun KRI Dewaruci.

Sejak saat itu kapal ini bermarkas di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya. Nama dan sosok KRI Dewa Ruci diambil dari mitos Dewa pewayangan Hindu dalam cerita Mahabarata yang sering dikenal sebagai Dewa keberanian dan kejujuran.

Pada usianya yang sudah legendaris, kapal ini masih tetap beroperasi dan berperan aktif berpartisipasi dalam lomba layar di seluruh dunia.

KRI Dewaruci telah melaksnaakan pelayaran keliling dunia untuk kedua kali yaitu ditahun 1964 dan 2012.

Masyarakat dunia mengenal KRI Dewa Ruci karena keramah-tamahan dan semangatjuang yang tinggi sehingga sering mendapat predikat juara Best crew and Friendship, dimana menjadikannya disebut Sang Legenda Hidup.

“Salah satunya keunikan Dewa Ruci adalah sebelum sandar ke dermaga kapal ini biasa memasang para kadet Akademi Angkatan Laut di ketiga tiang yang dimilikinya, dengan menggunakan pakaian khas berwarna biru para kadet melambaikan tanggan ke arah orang-orang yang sudah menunggu di dermaga dan dengan iringan drum band Gita Jala Taruna yang terdengar ketika tiba di dermaga dengan menggunakan kostum yang beraneka ragam,” kisah Yoseph Tena.

Keunikan lain dari KRI Dewaruci, demikian Yoseph Tena adalah pengalaman mabuk laut yang tak akan terlupakan, karena kapal ini mempunyai ukuran yang kecil sehingga membuat goyangan yang dihasilkan ombak menjadi begitu terasa.

“Selain itu di kapal ini juga melakukan ritual mandi katulistiwa yang notabene dilaksanakan semua KRI apabila melewati garis katulistiwa. Maksud dari mandi katulistiwa ini adalah tebus dosa atas segala kesalahan manusia dan mandi katulistiwa ini biasanya mendapat kejutan berupa mandi oli yang tidak pernah terbayangkan oleh orang yang belum tahu tentang tradisi ini,” ungkap Yoseph Tena.

Sekedar informasi KRI Dewaruci merupakan salah satu kapal yang masih menggunakan peralatan keluaran lama namun masih dapat berfungsi dengan baik. Salah satu contohnya adalah alat komunikasi yang menghubungkan antara anjungan dengan ruang mesin yang berada di bawah dan kemudi kapal yang masih menggunakan setiran bundar ciri khas kapal.

Diperkirakan, KRI Dewa Ruci akan berlabuh di perairan teluk Lewoleba, hari ini, Kamis, 7 Desember 2016. (sandrowangak)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment