JMS Wadah Sosialisasi Konsekwensi Hukum Bagi Pelajar

Tim JMS Kejari Denpasar foto bersama usai mengisi materi di salah satu sekolah di Denpasar. Foto: balinewsnetwork/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork— Ditengah kesibukan melakukan penyidikan beberapa kasus korupsi, dan beberapa kasus tindak pidana umum lainya, Kejari Denpasar masih bisa meneruskan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang sudah ada sejak awal tahun 2016 lalu. Program JMS ini, selain untuk memberikan pengetahun hukum kepada para pelajar, baik SMP maupun SMA, tapi juga mejelaskan soal konsekwensi hukum yang diterima bagi pelaku yang melanggar hukum.

Hal ini seperti dituturkan oleh Kepala Seksi Itelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, IGA Kusumayasa Diputra yang ditemui diruang kerjanya, Senin (28/11). Dia mengatakan, JMS merupakan lanjutan dari program Revolusi Mental yang digagas Presiden RI Joko Widodo. “Dalam kegiatan ini, kami menyasar sekolah mulai dari tingkat SD sampai tingkat SMA,” jelasnya kepada wartawan.

Kasi Intel Kejari Denpasar, IGA Kusumayasa Diputra. Foto: balinewsnetwork/pro.

Kasi Intel Kejari Denpasar, IGA Kusumayasa Diputra. Foto: balinewsnetwork/pro.

Dalam kegiatan JMS ini, kata Kasi Intel lebih menitikberatkan pada pesoalan narkoba. Di mana dalam pemaparanya dihadapan para pelajar, adalah menitikberatkan pada konsekwensi dari penyalahguna narkoba. “Selama ini para pelajar hanya mendengar kenikmatan dalam menggunakan narkoba, tapi mereka tidak tahu bahwa hukuman dalam kasus narkoba itu cukup tinggi,” jelas Kusmayasa.

Nah, dengan adanya JMS ini diharapkan mampu mencegah para pelajar yang ingin menggunakan narkoba. “Kalau mereka (pelajar) sudah tahu hukumanya tinggi, bisa jadi mereka takut dan tidak mau mencoba apalagi menggukan narkoba,” tutur pejabat asal Marga, Tabanan ini.

Dikatakanya lagi, sejatinya program JMS ini bukan baru dilakukan sekarang. “Dulu sudah ada, seminggu sekali kami diudang untuk menjadi Inspektur upacara, tapi itu kurang efektif karena hanya sekali seminggu, sedangkan JMS yang sekarang ini kita adakan seminggu dua kali,” pungkasnya. (pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment