Kuasa Hukum Tersangka Penjual Pari Minta Polres Lembata Profesional

Juprians Lamablawa, SH., MH. Foto : balinewsnetwork/ amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork— Kuasa hukum tersangka penjual ikan pari manta meminta Polres Lembata bersikap profesional dalam mengungkap kasus penjualan pari manta oleh Gregorius D Krova, (61) nelayan asal Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT pada Rabu (23/11/2016) lalu.

Kuasa hukum tersangka, Juprians Lamablawa, SH, MH kepada wartawan mengaku kecewa karena, Polres Lembata hingga saat ini tidak melakukan pengejaran terhadap pembeli dalam transaksi jual beli itu. Karena transaksi antara penjual dan pembeli dalam sebuah kejahatan, jika tertangkap tangan, seharusnya keduanya harus dikenakan pidana.

“Bukan hanya penjual saja yang ditetapkan sebagai tersangka, tetapi pembeli juga harus dipidana. Tidak boleh meniadakan pasal 480 KUHP, sekalipun penadah adalah LSM dibawah naungan menteri perikanan dan kelautan. Jika “jual beli” dalam kasus tersebut dipandang sebagai kejahatan, ya, penadah (heling) juga penjahat. Perlu ditangkap dan diproses. Tidak adil dan melanggar hukum jika hanya penjual saja yang ditangkap,” tegas Juprians, Jumat (25/11/2016).

Menurut Juprians, untuk penerapan tindak pidana perikanan, penyidik harus lebih hati-hati dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka karena ada banyak aspek sebagai syarat yang harus dipenuhi sesuai UU Perikanan. Selain itu, perlu diperhatikan UU tentang perlindungan nelayan, sehingga tindakan yang diambil tidak merugikan nelayan secara luas.

Juprians menambahkan, dalam kasus ini pasal 480 KUHP tentang penadah harus diterapkan, sekalipun penadah itu merupakan LSM dibawah naungan menteri perikanan.

Diberitakan sebelumnya, Gregorius D Krova (61) nelayan asal Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT, ditangkap polisi karena menjual 25 kg insang pari jenis manta oseanik, Rabu (23/11).

Goris Krova yang ditangkap oleh pihak kepolisian Resort Lembata, atas informasi dari Lembaga Swadya Masyarakat, Wildlife Crime Unit (WCU).

Pegiat WCU, Irma kepada wartawan di Mapolres Lembata menjelaskan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat soal adanya transaksi penjualan bagian-bagian pari manta oseanik dan jenis pari lain yang dilindungi undang-undang oleh masyarakat Lamalera.

“Setelah mendapat informasi itu kami melakukan koordinasi dengan Kapolda NTT dan Polres Lembata untuk melakukan penangkapan terhadap Goris D Krova setelah dipancing ke Lewoleba, di Hotel Palm,” urai Irma.

Menurut Irma, tersangka Goris D Krova dalam catatan lembaganya sudah empat kali menjual insang ikan Pari Manta ke luar Lembata. Kehadiran LSM berkedudukan di Inggris itu atas laporan warga. (amar ola keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment