Pura Batur Ibu Ditimpa Pohon, Dua Pelinggih Hancur

Dua pelinggih dan bale banten di Pura Batur Ibu hancur ditimpa pohon. bnn/ram

Tabanan/Pelinggih Ida Ayu Manik Congkeh dan pelinggih Ida Ayu Manik Galih serta Bale Banten yang berada di Pura Batur Ibu di Desa Pekraman Anggasari, Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan,  hancur ditimpa pohon yang tumbang.

Cabang pohon “angih” berdiameter 100 centimeter dengan panjang 15 meter tumbang, saat hujan deras dan angin kecang  yang terjadi Selasa (8/11). Namun hancurnya dua pelinggih dan satu bale di Pura Batur Ibu baru diketahui Rabu (9/11) , saat Jero  Mangku Pura Batur Ibu hendak bersembahyang.

Perbekel Desa Munduktemu I Nyoman Wintara membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakanya, dahan pohon yang dikenal warga dengan sebutan Kayu Angih tersebut patah diduga akibat hujan deras dan angin kencang. Dahan pohon dengan diameter sekitar 100 sentimeter dengan panjang sekitar 15 meter tersebut pun menimpa dua buah pelinggih dan bale banten.

“Pohon ini ada di areal Pura Batur Ibu yang merupakan Pura Subak Abian. Dahan pohon yang patah menimpa pelinggih Ida Ayu Manik Congkeh dan dan pelinggih Ida Ayu Manik Galih serta Balen Banten,” jelasnya.

Diperkirakanya, kerugian akibat hancurnya dua pelinggih dan bale banten mencapai Rp 100 Juta. Pihaknya bersama Babinsa, Babinkamtibmas, dan tim Jagabaya sebanyak 40 orang yang merupakan tim sigap bencana bentukan Desa Munduktemu  turun ke lokasi. Mereka bergotong royong membersihkan dahan yang patah tersebut.

“Kami langsung bergotong royong untuk membersihkan lokasi, dan karena hujan sudah mulai turun sejak pukul 14.00 maka pembersihkan kami lanjutkan besok, terutama untuk memotong dahan pohon karena membutuhkan sensor kayu yang besar,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan di desanya juga sempat terjadi hujan es pada Senin (7/11).

“Di Banjar Kebon Jero, sempat turun hujan es yang membuat warga was-was,” jelasnya.  (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment