Jembatan ambruk di Nusa Lembongan. Foto: balinewsnetwork/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork— Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol A.A. Made Sudana menjelaskan, Polda Bali melakukan bantuan secara penuh untuk melakukan penyidikan terhadap kasus robohnya jembatan di Nusa Lembongan.

“Setelah berkoordinasi dengan Polres Klungkung, Polda Bali akhirnya menurunkan Tim Inafis secara lengkap untuk menyelidiki kasus robohnya jembatan di Nusa Lembongan,” ujarnya di Denpasar, Senin (17/10).

Saat ini tim Inafis sudah turun dan sedang dilakukan penyidikan. Hasilnya belum ada, tetapi nanti akan diumumkan secara transparan.

“Kita belum bisa menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka dalam kasus ini, karena prosesnya sedang berjalan. Bila ada bukti dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian mengarah ke pihak-pihak terkait maka bisa saja ada tersangka dalam kasus ini,” ujarnya.

Menurutnya, data sementara yang sudah dikumpulkan antara lain diketahui bahwa usia jembatan itu sudah 22 tahun. Materi penyidikan akan berkisar soal usia jembatan yang sudah tua, apakah dilakukan pemeriksaan rutin, kalau ada setiap berapa bulan sekali, kapan pemeriksaan terakhir, siapa yang memeriksa, dan apa hasil pemeriksaan, apakah masih layak digunakan atau tidak, apakah tim pemeriksa melakukan pemberitahuan rutin atau tidak kepada warga sebagai pengguna jembatan tersebut.

“Kondisi di lapangan menunjukan jika besi atau kawat seling jembatan sudah keropos, berkarat karena bersentuhan langsung dengan air laut. Kapan itu dicek, kenapa masih membiarkan warga melintasi jembatan itu,” ujarnya. Bisa saja ada tersangka dalam kasus ini bila memenuhi unsur kelalaian dari pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap jembatan tersebut.

Sementara itu, ditempat terpisah Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus robohnya Jembatan Kuning yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dengan Pulau Nusa Ceningan Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang dalam insiden yang terjadi pada Minggu (16/10) malam sekitar pukul 18-30 Wita.

“Saat ini tim penyidikan sudah diterjunkan ke lokasi jembatan yang roboh. Hasil penyidikan belum bisa diumumkan karena masih dalam proses. Kami meminta masyarakat untuk bersabar karena prosesnya sedang berjalan,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (17/10).

Ia menjelaskan, saat ini seluruh proses pencarian sudah dihentikan karena tidak ada lagi masyarakat yang mengadukan kehilangan keluarganya pasca upacara agama yang dilakukan semalam.

“Bila tidak ada yang mengadukan kehilangan anggota keluarganya khususnya mereka yang sedang mengikuti upacara agama semalam, maka kami anggap seluruh korban sudah ditemukan baik yang selamat, meninggal, dan luka-luka. Saat ini tidak ada proses pencarian lagi sekalipun Tim Basarnas, TNI, Polri sudah ada di lokasi,” ujarnya. (sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment