Susana studio batik SMKN 5 Mataram. bnn/novita hidayani

Mataram/BaliNewsNetwork-SMKN 5 Mataram merupakan satu-satunya SMK di NTB dengan jurusan desain dan produksi tekstil yang memiliki industri batik sendiri. SMK yang berbasis seni rupa dan kriya ini mengembangkan industri batik Sasambo (Suku Sasak, Samawa, Mbojo), batik khas provinsi NTB, yang di-launching oleh Wakil Gubernur NTB pada tahun 2009 lalu.

Seorang pekerja sedang menyelesaikan batik tulis Sasambo

Seorang pekerja sedang menyelesaikan batik tulis Sasambo

Seluruh proses penggarapan batik Sasambo ini dilakukan di SMKN 5 Mataram. Dari motif yang didesain sendiri oleh guru-guru SMK 5 hingga pengolahannya yang dikerjakan secara profesional oleh alumni sekolah ini.

Tahun 2016 ini, ada 25 alumni yang bekerja di studio batik SMKN 5 Mataram, dengan gaji hingga Rp 2 juta. Hasil produksinya kemudian dipamerkan di sebuah galeri yang juga terletak di dalam komplek sekolah.

Humas SMKN 5 Mataram, Ahyar Suharno, S. Sn menjelaskan, ciri khas batik Sasambo terletak pada desain batik yang diadaptasi melalui ketiga suku asli NTB, Sasak, Samawa, Mbojo. Seperti lumbung, yaitu rumah khas Lombok, atau kangkung, yang merupakan bahan utama pembuatan pelecing, makanan tradisional Lombo, dan beragam desain tradisional lainnya.

“Hal ini membuat industri kreatif batik Sasambo SMKN 5 Mataram tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi alumninya, tetapi sekaligus menjadi media promosi daerah,” kata Ahyar Suharno di ruang kerjanya, Kamis (13/10).

Konsumen batik Sasambo SMKN 5 Mataram sangat beragam. Dari para pejabat di Dinas Pendidikan, wali kota, sekolah-sekolah, sampai wisatawan asing. Bahkan pernah ada surat edaran wali kota untuk menggunakan batik Sasambo pada hari tertentu yang dipesan dari SMKN 5 Mataram.

Studio batik tulis Sasambo made in SMKN 5 Mataram

Studio batik tulis Sasambo made in SMKN 5 Mataram

Keuntungan dari industri ini kemudian dialokasikan untuk menggaji para pekerja dan membantu operasional sekolah karena sebagian besar siswa merupakan siswa kurang mampu.

Sejauh ini promosi yang dilakukan oleh SMKN 5 Mataram masih terbatas pada ajang pameran-pameran yang dilakukan baik di dalam maupun luar daerah NTB dan dilakukan dari mulut ke mulut.

“Kami belum melakukan promosi melalui online, seperti web atau media sosial karena keterbatasan pekerja,” tutur Ahyar Suharno, S. Sn selaku Humas SMKN 5 Mataram, saat menjelaskan mengenai industri yang mejadi andalan sekolahnya ini. (Novi)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment