Warga sedang mempermainkan ikan Pari Manta jenis Alfredy hasil tangkapa Fredinan Kola, seorang nelayan asal Desa Likutuden, Kawalelo, Kecamatan Demong Pagong, Flores Timur. bnn/eman niron.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Nelayan Likutuden, Kawalelo,  Kecamatan Demong Pagong, Fredinan R.A. Kola mengaku kaget dan sangat takut  tatkala mendapatkan pukat  gillnetnya berhasil meliliti Pari Manta. Walau tidak ada ikan lain selain Manta tetsebut, Ferdinan tidak mau mengikuti  saran warga kampungnya untuk memotong ikan  itu dan menjualnya.

“Saya tidak mau masuk penjara hanya karena ikan ini. Manta ini adalah ikan yang dilindungi. Sanksi hukumnya pun berat, sebaiknya kita bebaskan saja,” ucap nelayan yang mendapatkan bantuan kapal Gerbang Emas dari DKP Flotim itu ketika dikonfirmasi usai pembebasan Manta di Keramba Apung milik DKP Flotim, Selasa (11/10).

Sembari menolak permintaan warga yang telah sigap dengan parang  dan pisau, Ferdinan lantas berkoordinasi dengan seorang anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Likutuden, Yosep Atan Hera.

Pari Manta jenis Alfredy tangkapan Fredinan

Pari Manta jenis Alfredy tangkapan Fredinan

Koordinasi tersebutpun berhasil menjauhkan warga dari keinginan untuk mematikan Manta jenis Alfredi itu. Satu  per satu warga bahkan turut membantu kelancaran pelepasann Pari Manta yang terlindungi oleh UU No 45 Tahun 2009 dan Keputusan Menteri Kelautan Republik Indonesia No 4 Tahun 2014  tersebut.

Sosialisasi tentang perlindungan Manta yang telah dihidupkan Dinas Kelautan dan Perikanan Flores Timur bersama Misool Bifteen dan WCS selama ini kian  membuahkan hasil .Walau masih mengalami penolakan di Desa Lamakera, Solor Timur, namun Likutuden telah menunjukkan bukti kesadaran warga akan perlindungan Pari Manta tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Flotim Ir. Erna Dasilva melalui Kepala Bidang Pengawasan dan Pengelolaan Pulau -Pulau Kecil DKP Flotim Apolinardus Yosep Lia Demoor, STP.MM yang dikonfirmasi di sela-sela pelepasan Manta di area keramba apung milik DKP Flotim, mengaku takjub dengan kesadaran warga di Likutuden, Kawalelo tersebut.

Menurut Dus Demoor, di kampung tersebut telah dua kali nelayan dan warganya membebaskan Hiu Paus yang terdampar serta Manta jenis Alfredy ini. Semoga contoh baik warga nelayan di Likutuden tersebut bisa diikuti oleh warga Flotim lainnya.

“Semuanya demi anak cucu kita ke depannya. Kenapa harus dilindungi oleh negara? Ya karena jenis ikan tersebut telah semakin berkurang dan terancam punah.” jelas Dus Demoor. (Emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment