SMAN 1 Penebel Terbakar

Gedung SMAN 1 Penebel sedang terbakar. Foto: balinewsnetwork/ram

Tabanan/BalNewsNework-Gedung SMAN 1 Penebel, Tabanan,   ludes terbakar, dilalap si jago merah, Sabtu (13/08/2016) sekitar pukul 13.00 Wita. Api  diduga berasal dari arus pendek listrik. Akibat kebakaran  itu,  pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 557 Juta.

Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra membenarkan peristiwa kebakaran yang terjadi di SMAN I Penebel. Dikatakanya, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu saksi I Wayan Purnawan (39), salah seorang guru setempat yang hendak sembahyang di sekolah, melihat asap tebal dari jendela gudang. Kemudian ia memberitahukan kejadian itu kepada   tiga orang  yang masih ada di dalam ruangan lain di sekolah yang sedang mengerjakan tugas.

“Melihat api semakin membesar, ketiga orang tersebut berusaha menyelamatkan barang –barang dan dokumen sembari menghubungi pemadam kebarakan Tabanan,”KATA Kapolsek Penebel, AKP I Wayan Dastra.

Dikatakanya,  sebelum tiga unit mobil pemadam kebakaran mematikan api, sudah adanya bantuan dari warga sekitar menggunakan alat manual untuk memadamkan api.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja arsip-arsip penting ikut ludes,” jelasnya.

Selain berkas penting, benda-benda elektronik pun ikut terbakar. Seperti empat buah komputer dan perlengkapannya, empat buah printer, sebuah handycam merk sony, sebuah megaphone, dua buah LCD, seprangkat sound system, sebuah TV 18 Inch, lima buah almari 2 pintu, dua set sofa, dua buah laptop dan sebuah mesin Rizo.

Atas kejadian itu,  bangunan yang berukuran 28 meter × 8 meter     ludes terbakar, termasuk atapnya. Ruangan yang terbakar  adalah Tata Usaha (TU), ruang Kepala Sekolah, ruang Wakil Kepala Sekolah dan satu gudang ludes terbakar beserta  berkas-berkas penting.

Kepala SMAN 1 Penebel I Nyoman Surjana menjelaskan, kejadian tersebut  sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu seluruh siswa sudah dipulangkan, termasuk yang latihan gerak jalan. Hanya saja saat kejadian ada sekitar  tiga orang pegawai TU yang masih ada di sekolah sedang mengerjakan tugas. Nah saat itu datanglah I Wayan Purnawan, salah seorang guru yang akan sembhayang bersama dengan istrinya. Saat  melewati gudang sekolah, dilihatlah ada kepulan asap dari dalam ruangan. Ketika menengok lewat jendela, api sudah membakar berkas-berkas yang ada di ruangan.

“Nah guru saya ini langsung memberitahu staf-staf saya yang tengah bekerja,” terang Surjana.

Untuk sementara, Surjana mengatakan, proses birokrasi akan menggunakan ruangan laboratorium terlebih dahulu.

“Proses belajar mengajar masih tetap berlangsung, dan kami akan menggunakan lab untuk selanjutnya sebelum adanya bantuan dari pihak pemerintah,” jelasnya. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment