Kepsek SDN Letter Rahasiakan Dana Bos, 1 Tahun Guru Honor Tak Dibayar

Kepala Desa bukti Seburi 2 Dominikus Sanga Nuba. Foto:Balinewsnetwork/eman niron

Larantuka/BaliNewsNetwork— Akibat pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2014-2015 yang serba tertutup, upah keenam guru honor pada SDN Letter Desa Bukit Siburi 2, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur tidak dibayar. Selama setahun mengajar, keenam guru komite tersebut tidak mendapatkan haknya sebagaimana yang telah diatur dalam rancangan anggaran sekolah itu. Kepsek (kini mantan) Paulus Payong Ama sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Desa Bukit Siburi 2 Dominikus Sanga Nuba dan Bendahara Dana Bos SDN Letter, Ignas Kopong Leter usai bertemu Komisi C DPRD Flotim, Rabu (10/8) diduga merahasiakan dana bos Tahun 2014-2015 itu.

Menurut Kades Dominikus Sanga, misteri raibnya Dana BOS tersebut terkuak dalam rapat komite sekolah pada beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, bendahara Dana BOS SDN Letter, Ignasius Kopong Leter membeberkan ihkwal pencairan Dana BOS yang telah 100 persen dengan tidak diketahui oleh dirinya selaku bendahara Dana BOS serta  tidak terlihat pemanfaatannya bagi sekolah itu. Salah satu bukti nyatanya adalah keenam guru komite tidak pernah mendapat gaji selama setahun mengajar.

Karena pembeberan tersebut maka forum komite lalu memutuskan untuk menghadirkan mantan kepsek SDN Letter (yang telah di mutasikan ke Desa Bugalima) untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana bos itu. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta mantan kepsek tersebut termasuk intervensi pihak UPTD PPO Adonara Barat, namun mantan Kepsek Paulus Payong Ama tidak meresponnya. Karena itulah utusan masyarakat yang terdiri atas Kepala Desa, BPD, guru komite dan Bendahara Dana BOS lalu bertemu Komisi C meminta bantuan para wakil rakyat tersebut untuk berkoordinasi dengan pihak dinas PPO Flotim terkait nasib Dana BOS yang pengelolaannya tidak terlihat pada lembaga pendidikan SDN Letter itu.

Bendahara Dana BOS Ignasius Leter bahkan mengaku kaget ketika dia mendapatkan print out pencairan Dana Bos dari Bank NTT Waiwerang. Ternyata pencairan tersebut telah sebanyak 5 kali yang dilakukan mantan kepsek tanpa sepengetahuan dirinya.

“Pencairan tahap pertama memang dilakukan oleh kami berdua. Sedangkan setelahnya saya tidak tahu. Saya justru kaget ketika mendapatkan print out dari Bank NTT Waiwerang, ternyata sudah sebanyak 5 kali telah dilakukan pencairan. Yah seperti apa pelaporan dan tandatangan saya untuk keperluan itu?,” tohok Ignas.

Sementara itu Sekertaris Komisi C DPRD Flotim Mochtar membenarkan pihaknya menerima pengaduan masyarakat desa Siburi 2 dalam persoalan tertutupnya Dana BOS Tahun 2014-2015. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PPO untuk menggelar rapat bersama utusan warga Bukit Siburi 2.

“Soal jadwal pastinya nanti setelah berkoorsinasi dengan dinas PPO,” ujar Mochtar. (emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment