Keramba Ikan “Cemari” Ulun Danu Beratan

Keramba di sisi selatan Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul. Foto: bnn.com/ram

Tabanan/bnn.com-Kecantikan Ulun Danu Beratan, Bedugul, Tabanan yang tersohor di seluruh dunia,  kini “dicemari” dengan pemandangan yang kurang elok.

Beberapa keramba ikan air tawar dibangun di sebalah selatan  obyek wisata Ulun Danu Beratan. Padahal  sudah ada daerah  khusus disediakan untuk membuat keramba yakni di sebelah utara. Keramba ikan air tawar itu juga sempat dikeluhkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Hal tersebut diungkapkan oleh sumber yang enggan  namanya diekspos. Menurutnya keramba milik masyarakat tersebut beberapa kali mendapat sorotan dari Gubernur Bali, dan dianggap telah melanggar Perda dan harus dibongkar.

“Bapak Gubernur sudah beberapa kali menyoroti dan harus di bongkar karena melanggar Perda, kecuali untuk konservasi baru pembangunan kerambah diperbolehkan di daerah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pembuatan keramba milik masyarakat yang berada di sisi sebelah selatan  Danau Beratan. Dia mengakui  ada pemberitauan dari Camat Baturiti bahwa keramba tersebut mendapat sorotan dari Gubernur Bali dan diminta untuk di bongkar.

Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul

Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul. Foto: www.aroundglobe.com

“Ya kemarin saya dapat laporan dari Camat Baturiti soal keramba tersebut mendapat sorotan dari Gubernur Bali dan harus dibongkar karena melanggar Perda,” kata Made Subagia.

Terkait Perda yang dilanggar, dia belum terlalu paham, karena ada di provinsi. Namun pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut, dan akan segera rapat dengan steakholder terkait, yang juga akan melibatkan Asisten II Setda Tabanan.

Subagia memastikan,  keramba tersebut bukan binaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan.

“Itu merupakan milik masyarakat pribadi,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, I Gede Suadnya Dharma sepakat keramba yang ada di Ulun Danu Beratan itu dibongkar. Apalagi sudah mendapatkan sorotan dari  Gubernur Bali.

“Saya sepakat untuk diatur, karena danau sangat penting sebagai penampungan air untuk pertanian, selain itu juga danau tersebut merupakan penyangga objek wisata,  jadi aktifitasnya harus diatur, mana yang boleh mana yang tidak. Kalau hal tersebut berlarut akan semakin banyak aktifitas, kalau sudah lama nanti susah memberhentikan aktifitasnya. Kalau memang melanggar, kita harus taat pada aturan, kalau memang harus dibongkar, ya dibongkar” tegasnya. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment