Pasca 3 Bulan Terkeruk, Jalan Propinsi Di Solor  Belum Dikerjakan, Warga Ritaebang ‘Dihadiahi’ Genangan Banjir

Genangan air hujan pada galian parit di wilayah Lingkungan 2 Kelurahan Ritaebang , Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur di Rabu (19/1) . Foto : BNN / Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- Galian parit disepanjang ruas jalan Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur kini beralih fungsi bak jebakan air.

Akibat belum terlaksananya pekerjaan paket HRS-Base oleh PT.Masa Indah Permai, lubang galian yang terkeruk  sejak pertengahan Oktober 2021 silam, kini menjadi hunian banjir dan sarang nyamuk ! Warga pun resah akan potensi serangan Demam Berdarah Dengue  (DBD).

Sebagaimana yang tersaksikan pada Rabu (19/1) , pukul 08.00 wita, hasil galian parit yang terbentang sepanjang ruas jalan Propinsi di segmen Ritaebang tersebut, penuh tergenang banjir akibat tersira hujan berintensitas tinggi.

Bukan baru terlihat dihari ini saja,namun sejak musim penghujan tiba,galian yang diperuntukan untuk pekerjaan parit yang terbentang dari ujung lingkungan 2 Ritaebang hingga lingkungan Augelarang sana, penuh tergenang banjir,bahkan sampai meluap tak beraturan. Kami sendiri heran, kerukan badan jalan dan galian parit yang terlaksana sejak pertengahan Oktober tahun lalu, kog hingga kini belum juga dikerjakan ? Kami yang  menetap dipinggir galian ini sangat sengsara.Medan sudah rusak, dikotori pula dengan kondisi ini.Banjir menetap dengan manis, nyamuk apalagi !Lebih senang mereka berbiak di sini.”ungkap John Niron,salah seorang warga Lingkungan 2 Kelurahan Ritaebang penuh kesal dan resah akan potensi serangan DBD dan dampak ikutan lainnya,bila intensitas hujan semakin tinggi di hari-hari mendatang.

Dirinya pun berharap agar pihak Pemerintah kelurahan Ritaebang dan Pemerintah Kecamatan Solor Barat lebih agresif  dan responsif terhadap kenyataan yang sedang ada di pelupuk mata mereka itu.

“Koordinasikanlah dengan pihak Pelaksana Pekerjan ini,dan jelaskan kepada warga, kenapa kerukan badan jalan maupun parit yang sudah hampir masuk 4 bulan ini, kog belum terlihat tanda-tanda pekerjaannya. Aktivitas kita di jalan raya pada ruas jalan ini semakin tersendat ! Sudah licin tak karuan, material batu pasir yang didatangkan pun, nyaris menutup badan jalan. Galian parit sudah menjadi tempat tinggalnya banjir dan nyamuk ! Memangnya ini pekerjaan jebakan air atau apa ini ?”ujarnya seraya meminta Pemlur Ritaebang dan Pemcam Solor Barat untuk lebih peka terhadap kenyataan amburadulnya situasi kampung Ritaebang di musim hujan ini,akibat belum terlaksananya pekerjaan peningkatan jalan propinsi di segmen Ritaebang  tersebut.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment