DAK NF-Kesehatan Flotim ‘Hangus’, Dinkes-BKD Gulir Bola Panas

Bersitegang ! Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur, Abdul Wahab saleh (F-NasDem-membelakangi camera ) bersitegang dengan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Flores Timur,Cipto Keraf dalam Raker Komisi C, Selasa (18/1). Foto : BNN Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Penantian ke-21 Puskesmas bersama  Bidang-Bidang pada Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur  terhadap perjuangan  mengembalikan Rp 15.215.616.000  anggaran DAK Non Fisik Bidang Kesehatan  triwulan 3 dan 4 Tahun Anggaran 2021 pasca pemblokiran  oleh Pemerintah Pusat, pun sirna sudah !

Ketua Komisi C DPRD Flores Timur, Ignasius Boli Uran dalam forum Rapat Kerja Komisi C bersama Dinas Kesehatan dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Flotim,Selasa (18/1) mengawali rapat tersebut, menginformasikan kandasnya perjuangan itu.

Menyesali  sangat akan hangusnya 15,2 milyar lebih sisa anggaran yang digelontorkan Pempus untuk urusan pelayanan bidang kesehatan di Kabupaten Flotim tersebut, Ignas Uran lantas menahkodai jalannya rapat penelusuran  Siapakah atau Intansi manakah  yang lebih berkontribusi terhadap  hangusnya dana tersebut  pada kedua OPD Dinas Kesehatan dan BKD Flotim.

“Rapat hari ini merupakan lanjutan dari Rapat Dengar pendapat (RDP) Komisi C bersama ke-21 Kepala Puskesmas di 7 Januari 2022 kemarin. Pihak puskesmas di RDP tersebut telah menyampaikan secara detail tentang keseluruhan kewajiban dari aspek admnistrasi yang terlaporkan pada setiap bulannya. Konklusi dalam RDP tersebut adalah, pihak Puskesmas tidak berkontribusi terhadap hangunya dana sebesar 15,2 milyar lebih ini. Olehnya hari ini, Dinas Kesehatan dan BKD hadir untuk  berikan klarifikasi atau penjelasan, agar kita punya pemahaman bersama dan lalu membangun niat bersama agar hal ini tidak terulang lagi !” ujarnya menegaskan tentang tujuan pertemuan itu.

Dirinya bahkan tak lupa mengisahkan tentang keheranan pihak Kemendagri atas kenyataan pengelolaan DAK NF bidang Kesehatan di Flotim,yang oleh penilaian mereka baik (penyerapan ) di Tahun 2018  hingga  2020 ,namun tidak di Tahun 2021.

Senada pihak Kemendagri,,atas faktor keheranan tersebut,baik Ignas Uran,Yono Ola Tobi,Abdul Wahab Saleh,Muhidin Demon Sabon,Dan Ikram Ratuloly lantas memberondong  pertanyaan dimanakah letak kendala yang akhirnya menyebabkan terblokirnya dana triwulan 3,dan 4 itu.

Pemblokiran yang oleh Kadis Kesehatan, dr.Agustinus  Ogie Silimalar disebabkan oleh tidak terpenuhinya syarat salur yang baru diketahui pihaknya di tanggal 23 Desember 2021, serta jawaban Kepala BKD, Cipto Keraf bahwa tidak ada syarat salur yang berubah di pengelolaan  DAK NF bidang Kesehatan TA 2021, semakin ‘mengganaskan’ barisan Komisi C untuk memburu misteri dibalik fakta gagal transfer tersebut.

Aksi buka-bukaan dokter Ogie akan kehadiran Surat Edaran yang dikeluarkan pihak BKD tertanggal 5 Nopember 2021 yang salah satu point nya mencantumkann batas waktu penyelesaian  pelaporan DAK NF di tanggal 15 Desember 2021,bahkan  menyulutkan kemarahan Abdul wahab Saleh yang tersasarkan kepada Kepala BKD Cipto Keraf.

Luapan kemarahan yang terbalaskan Cipto Keraf itu, menambah panas rapat penelusuran kontributor pemblokirn DAK NF bidang Kesehatan triwulan 3 dan 4 itu.

Cipto Keraf  terkait Surat Edaran yang tertandatangi oleh Sekda Flotim per 5 Nopember 2021 sebagaimana yang ‘ditelanjangi ‘ Kadis Kesehatan itu, secara tegas mengatakan  penegasan yang tersampaikan pada surat itu berbeda dengan PMK DAK NF !

“Soal batas waktu sebagaimana yang ditegaskan Surat Edaran yang  ditandatangani Pak Sekda itu berbeda. Itu berkaitan dengan Percepatan Pengelolaan Anggaran Akhir Tahun ! Sedangkan terkait batas waktu laporan DAK NF,itu sesuai dengan PMK, yakni 30 Nopember 2021.Tim kami, ini Pak Agus Koten yang membidangi urusan ini, bahkan telah berkali-kali mengingatkan Bendahara Dinkes Ibu Sita, agar segera memasukan laporan realisasi tahap 1. Namun Ibu Sita bilang, pihaknya masih menunggu laporan dari satu Puskesmas, dan akan dikompelasikan ,baru dimasukan ke BKD.Dan baru dimasukan di tanggal 6 Desember 2021.Tim kami mengimputnya di tanggal 7 Desember 2021,ternyata,aplikasi ALADIN sudah terkunci.”papar Cipto Keraf.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment