Inspirasi Kang Emil Untuk Bali dan Indonesia: Kucurkan Kredit Tanpa Bunga dan Agunan, Ajak Jabar Belibali dan Gelar  Raker di Bali Serta Tegaknya Pancasila

Kuta – Gubernur Jawa Barat Dr. (HC) H. Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD atau akrab dipanggil Kang Emil mempunyai inovasi brilian untuk masyarakat Bali di tengah situasi lesu eknomi akibat terdampak pandemi Covid 19. Sosok yang kini santer digadang-gadang sebagai salah satu calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang ini mengeluarkan tiga kebijakan nyata untuk membantu masyarakat Bali.

Menurutnya, pandemi ini menyatukan kita. Karena itu kedatangannya ke Bali punya banyak agenda.

Foto: yogiprayogaelfoto / Dokpim Jabar

“Agenda pertama, saya punya bank. Namanya Bank BJB (Bank Jawa Barat-red), bank daerah terbesar dan terbaik di republik ini. Yang lainnya rugi selama pandemi, hanya satu-satunya bank di Indonesia selama pandemi menghasilkan profit sehingga memberikan dividen hampir satu triliun rupiah, itu Bank BJB,” kata Kang Emil ketika memberi sambutan dalam pelantikan pengurus Angkatan Muda Siliwangi (AMS) periode 2022 – 2027 pimpinan Agus Samijaya, SH, MH, di Hotel Arya Duta, Kuta, Bali, Selasa (18/01/2022) malam.  

“Kenapa sukses? Hanya satu pak Dadang, karena turuti perintah pak gubernur,” beber Kang Emil sambal tertawa memandang Dadang Hermawan, Rektor ITB STIKOM Bali yang persis di depannya. Kang Emil melanjutkan, sewaktu rapat dengan direksi Bank BJB, dia ditanya mau rapat di mana untuk evaluasi kegiatan 2021 yang akan dihadiri 300 karyawan dari seluruh Indonesia. “Rapat di Bali aja, Badung dan Bandung kan cuma beda huruf,” ujar Kak Emil dan lagi-lagi disabut aplaus hadirin.

Gubernur Jabar M.Ridwan Kamil Menghadiri Musyawarah AMS Perwakilan Wilayah Bali
Lokasi: Hotel Aryaduta Kuta Bali, Selasa, 18 Januari 2022
(Foto: yogiprayogaelfoto / Dokpim Jabar)

“Artinya apa? Tiga ratus orang itu kami sewa 300 mobil  di Nusa Dua, kemudian menginapnya, makanannya. Itulah sebagian rasa solidaritas dengan satu perintah dilaksanakan (rapat BJB) di Bali,” tukasnya.

Agenda kedua Kang Emi di Bali juga sangat inspiratif dan merupakan terobosan jitu sebuah bisnis perbankan. Dia mengujungi pasar Badung untuk membantu pedagang kecil dengan cara unik dan sangat menyentuh rasa keadilan sosial.

“Tadi pagi di Pasar Badung, Bank BJB merilis program kredit untuk masyarakat menengah ke bawah. Konsepnya sangat sila kelima Pancasila. Tidak pake bunga, tidak pake agunan. Kok bisa? Bisa! Tapi kreditnya harus berlima. Jadi kalau ada satu bemasalah, empat ikut bertanggungjawab. Sudah ribuan orang di Jawa Barat saya entaskan kemiskinannya melalui konsep yang disebut kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) ini. Saya dekatkan aksesnya ke tempat ibadah, masjid, pura, gereja dan lainnya, karena saya ingin menggabungkan sila pertama dengan sila kelima. Jadi kalau ada orang beribadah, curhat, ya Tuhan kenapa hidup saya begini. Habis berdoa ada Bank BJB di dekatnya,” kata Kang Emil sambil tertawa dan lagi-lagi disambut tawa hadirin.

Foto: yogiprayogaelfoto / Dokpim Jabar

“Jadi silahkan dimanfaatkan oleh seluruh anggota AMS dan masyarakat Bali yang butuh inovasi akses keuangan di masa susah ini, tanpa bunga dan tanpa agunan hanya ada di Bank BJB dari Jawa Barat untuk masyarakat Bali,” lanjut suami dari Atalia Praratya Kamil ini.

Masih dengan gaya kocak Kang Emil menyebut seorang pemimpin itu harus dengan gaya turun ke bawa, bisa secara fisik atau cukup membaca komen di Instagram yang di era hari ini sama dengan turun ke bawa.

“Saya mencintai Ubud. In Sha Allah pensiun nanti tinggal di Ubud. Dicurhati warga Sunda yang tinggal di Ubud, ternyata yang jualan sepanjang arah Tegallang itu. Pak Gubernur, gak ada yang beli, Pak Gubrnur KTP kita diobral juga gak dapat bansos. Aduh sedih saya. Wilayah politik saya memang di sana (Jawa Barat) tapi wilayah culture saya di manapun rakyat Jawa Barat, mau di Bali atau Papua, saya harus hadir. Akhirnya keluarlah dua gagasan. Yang emergensi saya  kasih bansos, transfer untuk beli sembako. Tapi saya lanjut dengan curhat  orang Sunda di Ubud itu lahirlah program namanya (aplikasi) Belibali, mengajak orang Jawa Barat di Jawa Barat membeli produk Bali secara online.

“Jadi, yang mencintai Bali bisa datang sebagai turis atau wisatawan lokal atau tetap tinggal di daerahnya tapi membeli produk – produk Bali secara online. Dilaunching bulan  September 2021 dan laporan per hari ini sudah lebih dari Rp 2 mililiar transaksi dari warga Jawa Barat yang membeli produk-produk Bali walaupun tidak datang ke Bali. Jadi itu sebegitu cintanya kami, agar saudara kami warga Bali bisa bangkit bersama-sama,” bebernya sambal mengajak seluruh hadirin memperhatikan nilai transaksi tersebut di layar monitor.

Mengeni pemilu Presiden 2024, menurut Kang Emil, manusia ITU berikhtiar, soal hasil itu wilayah Tuhan. Alumni Program Master of Urban Design, University of California, Barkley, USA, ini menganalogikan pemilu presiden seperti pertandingan dalam PON. “Ya seperti PON Papua kemarin. Kita saling smash, berkeringat, bersalaman. Tapi begitu panitia mengumumkan hasil medali perunggu, perak atau emas, sudah selesai, sampai jumpa lagi di PON mendatang,” analoginya

Uasai acara pelantikan, kepada wartawan Kang Emil mengaku belum memutuskan pilihan partai pengsungnya, meski sudah membangun komunikasi dengan semua partai politik.  “Yang saya pegang adalah track record  partainya sebelum saya belabuh. Soal posisi RI-1 maupun RI-2 siap,” kata Kang  Emil.

Sementara itu, kepada pengurus dan 700.000 anggota AMS Bali, Kang Emil mengajak mereka harus melihat sebuah perbedaan sebagai rahmat dan sebuah kekayaan. “Jangan pernah melihat perbedaan sebagai sumber kebencian,” tegasnya.

Kang Emil kemudian memberi contoh nyata negara yang bubar karena perbedaan. “Adakah negara yang bubara? Ada, namanya Yugoslavia, karena tidak ada sila ketiga (Persatuan Indonesia). Jadilah negara-negara kesukuan: Bosnia, Kroasia, Serbia, Montenegro dll,” contohnya.

Mantan Wali Kota Bandung menyebut nasib India juga sama. “Dulu India proklamasinya sama. Tapi Hindu dan Islam tidak bisa bersatu di sana, yang Islam pindah bikin (negara) Pakistan. Islamnya sudah sama, masih juga tidak bisa bersatu, bikin lagi Islam yang Bangladesh. Nah kita tidak boleh ikutan ke sana. Makanya Pancasila itu sudah harga mati. Pancasila itu harus dibela, yang membuat kita selamat sampai hari ini karena Pancasila. Makanya saya punya gagasan, Pancasila itu tidak hanya Ideologi Indonesia, sautu hari nanti akan saya buktikan Pancasila bisa menjadi ideologi dunia,” ucap Kang Emil serius dan lagi-lagi mendapat aplaus.

Disebutkan, Indonesia juga pernah dicoba mengalami hal yang kurang lebih sama tapi gagal. Di zaman khilafah DI/TI saat republik dicoba digiring terlalu ke kanan. Pada zaman PKI saat republik dicoba digiring terlalu ke kiri. “Makanya yang paling betul, sejujurnya saya memastikan minimal Jawa Barat di provinsi yang tersulit karena jumlah (penduduknya) 50 juta, itu selalu tegak berdiri di tengah yang namanya Pancasila,” ungkap Kang Emil, kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 yang menerima gelar Doctor Honorius Causa dari Dong-A University, Busan, Korea Selatan tahun 2019 tersebut. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment