Terblokir DAK NF Kesehatan Di Flotim, Kenapa Baru Terjadi Di  2021 ?

Sekertaris Daerah Kabupaten Flores Timur , Paulus Igo Geroda,S.Sos,M.Ap dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur , dokter Agustinus Ogie Silimalar. Foto : BNN/ dpc/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Persoalan terblokirnya Rp15.215.612.000 Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik (NF) bidang Kesehatan  triwulan 3 dan 4 Tahun Anggaran 2021 untuk Kabupaten Flores Timur, memunculkan aneka dugaan penyebab,satu diantaranya adalah soal dugaan ‘menjauhnya’ rentang kendali,pengawasan serta evaluasi terhadap progres kegiatan dan progres pengelolaan keuangan internal pada OPD Dinas Kesehatan.

Tersebutkan oleh beberapa sumber,secara umum, rapat koordinasi evaluatif di internal Dinkes, telah menghilang hampir di dua (2) tahun pelaksanaan ABPD ini,

“Entah secara triwulan atau  enam (6) bulan sekali,tak pernah ada rapat koordinasi atau sejenisnya yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan serapan anggarannya, baik itu untuk Bidang maupun Puskesmas. Masing-masing berjalan sendiri melaksanakan kegiatan berdasarkan RKA yang telah tersusun oleh setiap unit. Prinsipnya, setelah jalankan kegiatan, buat SPJ dan Surat Permintaan Uang lalu masukan ke Sub Bagian Keuangan.Entah uang ada atau tidak,kami tidak tau,dan kami selalu mengalami kendala di lini ini ! Kegiatan kami sering telat, bahkan akhirnya tidak berjalan, karena alasan ketiadaan dana. Kami sendiri bingung,kog bisa? Bagaimana kami tau kondisi yang sebenarnya kalau tidak pernah ada rapat koordinasi evaluasi itu ? Nah, ketika masalah, baru semuanya terkaget. Lebih kagetnya lagi ketika diinformasikan kalau ada sisa dana tahap sebelumnya.Wah,kegiatan kami sampai tidak jalan, padahalnya anggarannya ada !” demikian keluh kesah yang terlitanikan dari dalam Dinkes sembari mengapresiasi perjuangan para Kepala Puskesmas sehingga persoalan ini terkuak.

Dalam kaitannya dengan pengelolaan DAK Non Fesik bidang Kesehatan itu,terinformasikan pula bahwa di Tahun 2021,telah terjadi perubahan jalur komando manajemen DAK Non Fisik yang sebelumnya langsung terkomandani oleh Kepala Dinas,berganti ke Sekertaris Dinas.Bersama beberapa staf pilihan,Sekdis menjalankan tugas tambahan sebagai manejer DAK NF ini.

“Artinya terkait pelaksanaan semua program yang dibiayai DAK NF bidang Kesehatan yang masuk ke Dinkes Flotim serta serapan anggarannya, harus dibawah rentang komando yang namanya Manajemen DAK NF tersebut.Pertanyaannya adalah, kenapa di tahun-tahun sebelumnya tidak ada masalah, namun di tahun ini kenapa ada masalah ? Sialnya kami malah selalu dihibur dengan jawaban, sudah beres,siap ditransfer, tinggal tunggu waktu dari staf Bagian Keuangan.Nyatanya ? Jadi menurut saya, kontributor terblokirnya DAK Triwulan 3 dan 4 ini adalah induk semang kami sendiri,Dinas Kesehatan Flotim, akibat hilangnya rentang kendali oleh elite Dinas !” sergah beberapa Kapusk menyesalkan kondisi ini.

Di lini terpisah, terinformasikan pula, kalau pihak Badan Keuangan Daerah Kabupaten Flores Timur ( bagian yang menangani DAK Non Fisik ) ternyata telah  jauh sebelumnya meminta pihak Bagian Keuangan Dinkes Flotim untuk segera memasukan SPJ terhadap realisasi kegiatan triwulan 3, mengingat deadline pengimputan kian mendekat.

Bahkan 15 SPJ  triwulan 2  yang dimasukan Bagian Keuangan Dinkes Flotim,telah berhasil  terinput .Tinggal SPJ BOK dan beberapa bidang lainnya.

“Kata staf  pada Bidang Keuangan Dinkes, dokumen lainnya menyusul.dan untuk SPJ BOK,dijelaskan staf tersebut, kalau pihaknya masih menanti satu SPJ dari salah satu Puskesmas. Keseluruhan dokumen SPJ yang tersisa itu kemudian diantarkan pada tanggal 6 Desember 2021 sore,sedangkan deadline waktu terjadwalkan pada 30 Nopember 2021.Dan kami telah ingatkan mereja jauh hari.Pihak penginput pada BKD pun mencoba melakukan penginputan pada keesokan harinya,7 Desember 2021,dan ternyata aplikasi ALADIN telah terkunci !” beber sumber di BKD .

Seberapa penuh konsentrasi Bagian Keuangan Dinkes Flotim menunaikan kewajiban mereka ?

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang lancar-lancar saja,’terganggunya’ aktivitas di Bagian Keuangan Dinkes Flotim diduga disebabkan juga oleh faktor kepindahan Kasubag Keuangan ke Jakarta.Kendali internal pada ruang pengelolah keuangan Dinkes itu pun menjadi lemas sebelum tergantikan Kasubag yang baru,di tanggal 22 Nopember 2021 lalu.Bahkan kisah BAP ‘Ayah Beb’ diduga pula, turut mempengaruhi konsentrasi  kerja tersebut.

Tentang semua dugaan penyebab tersebut, para elite Dinkes Flotim enggan memberikan penjelsan. Takkala dikonfirmasi.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya,berkat pencaritahuan  tiga kepala puskesmas yang terutus oleh ke-21 pimpinan puskesmas sekabupaten Flotim per 23 Desember 2021 ke pihak BKD, kisah tentang keterlambatan pencairan DAK triwulan 3 dan 4 itu terkuak ! *(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment