Akui Keterlambatan, PPK Proyek Puskesmas Lewolema Optimis Segera Rampung

Progres fisik pekerjaan Penambahan Ruang Puskesmas Lewolema,Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, per Selasa (11/1 ). Foto : BNN/doc.ppk/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tak cuma mengakui akan kenyataan keterlambataan penyelesaian pekerjaan fisik paket Penambahan Ruang Puskesmas Lewolema, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, namun Leonardus N. Keban,Amd, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk paket bernilai kontrak 1.967.415.000 tersebut, pun optimis pihak CV.Kasih Murni ( Kontraktor Pelaksana) dapat merampungkan pekerjaannya sebelum akhir masa toleransi ( perpanjangan 50 hari kerja ).

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (11/1),Leo Keban membenarkan kondisi keterlambatan penyelesaian paket yang bersumber dari DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 itu.

“Terkait keterlambatan itu, saya selaku PPK dan pihak Konsultan Pengawas , CV.Disen Konsultan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Flotim pun mengakui kondisi tersebut. Memang selama melaksanakan pekerjaan tersebut, pihak Penyedia menghadapi banyak kendala, termasuk berhadapan situasi kelangkaan material Kayu Bayam. Saya bersama Konsultan Pengawas bahkan sampai 4 kali menolak material kayu yang didatangkan mereka, karena tidak sesuai produk Perencanaan yang merekomendasikan material Kayu Bayam untuk item pekerjaan Kusen dan Bouven.Tidak saja melakukan evaluasi internal atas tersendatnya kemajuan fisik, bersama OPD Dinas Kesehatan, kami pun melaksanakan rapat evaluasi bersama, dan merekomendasikan pihak Penyedia untuk menambah lagi jumlah pekerja mereka demi mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut. Dan pada batas akhir masa kontrak,11 Desember 2021, capaian fisik pekerjaan mencapai 79,59 persen.”urai Leo Keban.

Terhadap kondisi itu, pihaknya lalu mengundang Kontraktor dan Konsultan Pengawas untuk mempercakapkan langkah penyelesaian selanjutnya.

“Dan di pertemuan tersebut, bersama Konsultan Pengawas, kami tegaskan kepada Kontraaktor Pelaksana bahwa karena kelalaian mereka, maka kami berikan kesempatan dengan toleransi waktu 50 hari kalendar untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan konsekuensi denda 1/1000 x nilai kontrak sebagaimana aturan Pengadaan Barang dan Jasa (Perpres 12 Tahun 2021). Pihak Penyedia pun menerima, dan menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan pekerjaan itu sampai pada batas toleransi waktu itu. Hal ini dibuktikan dengan bukti dokumen adendum perpanjangan waktu dan Berita Acara kesepakatan antara  PPK dan Penyedia terhadap perpanjangan waktu tolerasi  itu.”jelas Leo Keban..

Untuk posisi terkini, berdasarkan hasil monitoringnya per Senin, 16 Januari 2022 dan berdasarkan informasi pihak Konsultan Pengawas per Selasa,17 Januari 2022, pukul 13.00 wita, kemajuan fisik telah mencapai hitungan 93,59 persen.

Berdasarkan kenyataaan tersebut, dirinya optimis , pihak  Kontraktor Pelaksana dapat merampungkan pekerjaan mereka sebelum  tanggal 28 Januari 2022 (batas akhir masa toleransi ).*(Emnir ).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment