DAK NF Di Flotim Terblokir, 21 Puskesmas Pikul Utang, Kegiatan Bidang Lenyap, Ternyata Ada Sisa DAK Tahap I

Kepala Puskesmas se-Kabupaten Flores Timur dalam RDP bersama Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur, melitanikan beban utang mereka akibat terblokirnya DAK Non Fisik Triwulan 3 dan 4 Tahun Anggaran 2021 Foto : BNN / Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Terkuaknya informasi tentang pemblokiran dana BOK triwulan 3 dan 4  pada 23 Desember 2021, tidak saja mengejutkan ke-21 pimpinan Puskesmas se-kabupaten Flores Timur, namun mengejutkan pula para pimpinan Bidang pengelolah DAK Non Fisik pada Dinas Kesehatan Flores Timur dan petinggi pada dinas tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, nestapa yang datang di jelang perayaan Natal  dan pergantian Tahun 2021 itu , terkuak pula adanya sisa DAK Non Fisik triwulan 1 sebesar 3 milyar lebih.Sisa anggaran tersebut lalu digunakan untuk membayar sebagian utang kegiatan yang sudah terlaksanakan pihak puskesmas pada triwulan 2 (20 persen per puskesmas), dan sebagian utang kegiatan Bidang pada Dinkes.

Walau sedikit menghapus kegundahan para pimpinan puskesmas dan pimpinan Bidang pada Dinkes atas berkat sisa anggaran triwulan 1 itu, namun di lini pemanfaatan oleh Bidang Dinkes, akibat endapan sisa anggaran tersebut membuat banyak kegiatan yang telah tersusun rapih dalam RKA, tidak terjalankan.

Permintaan pencairan uang yang tersodorkan lengkap dengan SPJ kegiatan sebelumnya, selalu mentok pada jawaban dari bilik kerja bagian Keuangan Dinkes, dana sudah tidak ada ! Alhasil banyak pula program esensial Bidang yang lenyap dari menu DAK NF di Tahun Anggaran 2022.

Bahkan,’terbisik’ pula, pelulusan permintaan uang untuk kegiatan Bidang, lebih mengutamakan jalur konco alias keintiman pertemanan  kepala Bidang dengan oknum yang berpengaruh pada Bagian Keuangan Dinkes !

Kekesalan terhadap endapan sisa anggaran triwulan 1 ini pun terlantangkan Koordinator ke-21 Keala Puskesmas, Stefanus Lamabelawa, S.Si,Apt, saat melitanikan kegundahan mereka akibat terblokirnya dana BOK triwulan 3 dan 4 itu kepada Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Kabupaten Flores Timur,Jumad (7/1).

“Pada Tanggal 28,29 Desember 2021,kami diinformasikan pihak Dinkes bahwa ada silpa DAK Non Fisik triwulan 1 sebesar 3 milyar lebih. Dalam diskusi kami itu, kami sampaikan bahwa Silpa itu simpan buat apa? Kami puskesmas selama ini babak belur dengan pelayanan ditengah pandemi Covid-19 ini, semestinya pada saat kami mengajukan permintaan uang tahap 3,harus bisa tercairkan sebagiannya.” urai Stef  mengutip kisah pertemuan mereka dengan elite Dinkes Flotim di  penghujung Tahun 2021 itu.

Lantas seperti apa ruang kewajiban unit kerja Puskesmas sehubungan dengan pemanfaatan dana BOK tersebut ?

Darius Ama Sabon,Kepala Puskesmas Ritaebang,Kecamatan Solor Barat atas permintaan Ketua Komisi C,Ignas Uran, menjelaskan pihak Puskesmas di setiap akhir tahun anggaran wajib membuat RKA untuk Tahun Anggaran berikutnya.

Pada 2021, urai Darius, mereka diwajibkan untuk memasukan laporan pertanggungjawaban dan Surat Permintaan Uang setiap bulannya .

“Artinya, setiap kali kami melaksanakan kegiatan setiap bulan berdasarkan RKA yang kami susun itu, Surat  Permintaan Uang-nya pun sudah kami buat.Sehingga menurut saya, keterlambatan kami setiap bulan itu tidak ada,karena kami sudah membuatnya itu sampai pada tahapan Permintaan Keuangan setiap bulannya.Dan itu  sudah kami buat sampai bulan Desember.Kami masukan terakhir pada Nopember untuk Desember. Itulah mekanisme yang kami lewati.Itu artinya, kewajiban-kewajiban  kami  dalam pengelolaan keuangan di puskesmas, sudah kami penuhi sampai terakhirnya adalah Surat Permintaaan Uang itu sendiri. Terkait pencairan BOK, kami mengenalnya ada  ada 4 tahap  (triwulan). Setiap triwulan, mestinya kami ditransfer ke rekening DAK Non Fisik masing-masing puskesmas. Nyatanya,setiap kami baru  terealisasi dua tahap atau dua triwulan.”jelas Darius Sabon Ama.

Sebagaimana yang tersebut Ignas Uran dalam RDP tersebut,total  DAK NF TA 2021 sebesar Rp . 24.700.000.000. Khusus untuk BOK,terlokasi anggaran sebesar Rp.22.200.000.000,Dari total DAK NF itu,yang sudah ditransfer Pemerintah Pusat,sebesar  10 milyar.Akibat terblokirnya sisa DAK Non Fisik tersebut,ke-21 Puskesmas di Flotim itu memikul utang sebesar 6 milyar lebih.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment