Tujuh Anggota DPRD Flotim Absen Di Persidangan Awal Tahun 2022

Seremonial Pembuka pada Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flores Timur, Rabu (5/1) .Foto : BNN/ Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flores Timur  pada Rabu (5/1), pukul 12.20 wita, tidak dihadiri Tujuh (7) anggota DPRD Flotim.

Pihak Sekertariat DPRD Flotim melaporkan, dari ke-30 jumlah anggota DPRD Flotim tersebut,yang hadir dan menandatangani daftar hadir sebanyak 23 orang. Sementara itu, tentang ke-7 anggota DPRD yang tidak hadir itu, diterangkan pihak Sekwan, dua (2) diantaranya absen dengan status ijin, dan lima (5) lainnya berstatus belum tiba ditempat !

Terhadap laporan pihak Sekwan tersebut, Ketua DPRD Flotim, Robertus Rebon Kreta,S.Pd dengan mendasari pada Tatib DPRD Flotim Pasal 110 Ayat 1 Huruf C, menyatakan  forum mencapai kuorum ,dan mengetuk palu pertanda Rapat Paripurna itu berlangsung, dan terbuka untuk umum.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, hingga Rapat Paripurna itu ditutup, hanya ada penambahan  seorang anggota DPRD dari kelima mereka yang berstatus belum hadir di tempat itu.

Sebelum mengakhiri sambutannya ,Robet Kreta yang didampingi Wakil Ketua DPRD Flotim,Yoseph Paron Kabon dan Mathias Werong Enay serta disksikan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli,dan jajaran eksekutif, melantangkan genjotannya, baik untuk para wakil rakyat Flotim maupun barisan Pemerintah Kabupaten Flotim agar lebih giat melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing mereka sebagai orang-orang yang terpilih.

Khusus bagi anggota DPRD Flotim, Ketua DPRD asal Partai PDI Perjuangan itu mengingatkan agar lebih rajin mengikuti  persidangan sebagaimana yang telah terjadwalkan Banmus DPRD Flotim.

“Sebelum mengakhiri  sambutan saya ini, dengan tidak bermaksud mengurangi rasa hormat saya kepada kita sekalian,baik rekan-rekan Pimpinan dan Anggota,sebagai Ketua dan Pimpinan Lembaga ini, saya ingin menegaskan bahwa kewajiban utama sebagai anggota legislatif adalah melakanakan tiga fungsi DPRD yakni Fungsi Legislasi, Fungsi Anggaran dan Fungsi Pengawasan. Ketiga fungsi dimaksud, dilaksanakan dalam kerangka representasi  rakyat di daerah  ini yang tidak  sekedar investasi tetapi harus diwujudkan dalam bentuk sidang-sidang dan tugas. Oleh karena itu,hal bersidang adalah gerakan kewajiban anggota DPRD dalam menyikapi aspirasi masyarakat  di daerah pemilihan masing-masing, sekaligus sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban moral dan kewajiban hukum sebagai seorang anggota DPRD.”tegasnya.

Dilanjutkannya, jika tidak menghadiri  sidang dengan tanpa alasan dan atau dengan alasan yang tidak patut dipertanggungjawabkan, sama halnya juga dengan tidak menunaikan kewajiban  sebagai anggta DPRD, dan secara sadar telah melalaikan tugas pokok dalam melaksanakan fungsi-fungsi yang seharusnya dilaksanakan

“Bahwa pada setiap tingkatan kelembagaan Legislatif,termasuk di DPRD Flotim,telah dibentuk Alat Kelengkapan Dewan.Tujuan Pembentukan AKD dimaksu  adalah untuk membantu Lembaga DPRD dalam  menjalankan tugas dan fungsi-fungsi Kelembagaan, agar terciptanya efektifitas dan efisiensi ,percepatan pengambilan Sikap dan Keputusan Kelembagaan dalam menghadapi berbagai dinamika Kelembagaan baik secara internal maupun eksternal. Sehubungan dengan itu, maka dengan dibukanya masa persidangan pada momentum Tahun yang baru ini,  diharapkan setiap AKD dapat melakukan pembenahan, memaksimalkan tugas-tugas, serta lebih responsif dan peka terhadap progres tuntutan Kelembagaan ditengah-tengah dinamika kehidupan demokrasi yang semakin hari semakin menguat !” pintanya sembari  mengharapkan kesungguhan pelayanan itu pun diterapkan oleh jajaran Pemerintah.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment