Pemdes Titehena Solor Barat Belum Lunasi Jasa Kendaraan Angkut Kerikil, Pemcam Diharapkan Bisa Bantu

Camat Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT,Petrus K. Kewuan, S.Sos.. Foto : BNN/ Doc/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- Pemerintah Desa Titehena, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT  hingga kini, belum membayarkan jasa kendaraan pengangkut kerikil milik Gabriel Keda Belang di Tahun Anggaran 2020. Hal tersebut dipicu oleh sikap pemilik kendaraan tersebut yang mendadak menaikkan tarif kerikil  per reit dari kesepakatan sebelumnya Rp 250.000 menjadi Rp 5.000.000 .

Kepala Desa Titehena,Damianus Basaopun Belang ketika dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan Vaksinasi Covid-18 di Desa Kalelu, Rabu (3/11) pun mengakui kenyataan itu.

“Kenyataan itu memang benar.Namun hal itu bukan karena kami tidak mau bayar jasa angkut 8 reit kerikil oleh armada yang bersangkutan, namun kami dikagetkan  oleh sikap pemilik armada angkut tersebut yang mendadak menaikkan harga per reit kerikil sebesar Rp 5.000.000 dari kesepakatan awal Rp 250.000 per reit tatkala pihak TPK hendak membayarkan jasanya itu. Jadi faktanya adalah,pihak TPK sudah menyiapkan uang sebesar Rp 2.000.000 dan mendatangi kediaman pemilik kendaraan itu untuk melunasi biaya angkut kerikil yang berjumlah 8 reit tersebut.Namun yang bersangkutan menolaknya sambil membuat perhitungan baru per reit Rp 5.000.000 di kalikan dengan 8 reit . Jadi totalnya adalah Rp 40.000.000. Pihak TPK dan Pemdes Titehena kaget,dan menanyakan apa dasarnya ? Dasarnya adalah yang bersangkutan tidak menerima baik ketika pihak TPK menggantikan kendaraan lain untuk mengangkut material kerikil  dalam pekerjaan Padat Karya Tunai Pembukaan Jalan Baru dalam kampung kami itu. Jadi, persoalannya disitu, bukan kami tidak mau membayar, kami bayar, bahkan uang tersebut masih tersimpan dalam amplop hingga saat ini sejak yang bersangkutan menolaknya.Namun karena pemilik kendaraan itu menaikkan tarif  per reit Rp 5.000.000 akibat TPK menggantikan kendaraan lain, menyebabkan belum terbayarkan hak pemilik kendaraan itu. Kami tidak mungkin membayar diluar dari anggaran yang sudah terpangkukan dalam APBDes  Tahun berjalan, apalagi sudah ada kesepakatan per reit Rp 250.000. sebagaimana tarif  kendaraan lainnya ! “ jelas Kades Damianus Basaopun Belang.

Lantas mengapa Gabriel Keda Belang kemudian menaikkan harga angkut kerikil tersebut ? Secara terpisah, Gabriel Keda Belang meriwayatkan kondisi itu dibuatnya lantaran kecewa akibat pengingkaran yang dilakukan oleh Kades Damianus Basaopun Belang terkait kesepakatan penyertaan anggaran desa untuk upah tukang termasuk pendropingan material lokal pada pekerjaan paket rehab sumur gali di Tahun Anggaran sebelumnya.

 “Waktu itu kami mengalami kekurangan anggaran,dan mempercakapkan kondisi itu dengan Kades.Kades di kesempatan itu mengarahkan saya untuk atur saja, nanti baru di atur.Nyatanya,hinggga saat ini ,baik upah tukang maupun jasa angkut material lokal,tidak juga diurus mereka. Saya  sudah berkali-kali menanyakan hal itu, termasuk dalam forum Musyawarah Desa kemarin, namun tidak mendapat jawaban yang menyelesaikan persoalan itu,makanya saya lalu meninggalkan forum tersebut.Nah,di urusan angkut kerikil pada pekerjaan Padat Karya Tunai (TA 2020) saya lalu menghitungnya sebagai bunga atas beberapa item pembiayaan yang telah tersepakati bersama Kades pada pekerjaan rehab sumur gali di Tahun sebelumnnya itu.Makanya terhadap jasa angkut kerikil, saya membandrolnya  dengan harga Rp 5.000.000 per reit. Lebih kecewanya lagi,mereka kemudian menggantikn kendaraan saya dengan kendaraan lain.” tandas Keda Belang meluapkan kegeramannya .

Berbeda dengan Keda Belang,Kades Damianus Basaopun Belang yang didampingi beberapa perangkatnya  membantah telah membangun kesepakatan bersama Keda Belang pada paket pekerjaan  yang bukan bersumber dari Dana Desa itu.

“Awalnya kami sendiri tidak tau pekerjaan itu.Entah sumber dananya dari mana,namun pekerjaan itu ditangani oleh Kelompok Tani saudara Gabriel Keda Belang .Benar,saya pernah didatangi oleh yang bersangkutan ,meminta bantuan untuk mensuport sebagian anggaran desa demi menyelesaikan pekerjaan tersebut.Tidak benar ada kesepakatan diantara kami. Ruang mana yang kita pakai untuk menggelontorkan angggaran desa yang sudah tertetapkan dalam APBDes, apalagi paket pekerjaan itu bukan berasal dari desa ? “ tegas Kades Damianus Belang diamini beberapa perangkatnya itu.

Terhadap persoalan tersebut, Gabriel Keda Belang sangat berharap kepada Pemerintah Kecamatan Solor Barat untuk membantu menyelesaikan persoalan mereka itu.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment