Pasien Di RSUD Larantuka Tertolong Oleh Apotik Swasta


Kepala Bidang Informasi, Pengembangan SDM dan Rekam Mediik pada UPT RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka, dr.Paulus Lameng . Foto : BNN/ doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com- Akibat kehabisan beberapa jenis obat, resep dokter yang tertera dalam daftar pasien rawat inap pada RSUD dr.Hendrikus Fernandez  Larantuka, Kabupaten Flores Timur-NTT, kemudian tergantikan dengan selembar copy resep ! Keluarga pasien lantas diarahkan untuk membelanjakan obat tersebut pada apotik swasta.

Mau tak mau, lembaran copy resep yang dibarengi dengan luncuran penjelasan singkat  dari nakes yang bertugas di  Instalasi Farmasi,tentang kondisi ketiadaan jenis obat sebagaimana  yang tertera pada resep itu, lalu terbelanjakan oleh keluarga pasien  di apotik –apotik yang berada di luar kawasan Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Flores Timur itu.

“Kami diarahkan oleh nakes di ruangan perawatan pasien ke apotik RSUD.Awalnya kami mengira, sampai disana kami diberikan obat sebagaimana salinan  resep pada daftar pasien itu. Ternyata, sambil menyerahkan selembar copy resep ini, kami diarahkan  petugas di apotik untuk membelinya di apotik-apotik yang berada diluar kawasan RSUD Larantuka ini. Memang petugas di apotik selalu jelaskan kalau jenis obat yang dimaksudkan itu sedang kosong. Olehnya kami diarahkan mereka untuk membelinya di apotik luar dengan membawa selembar copy resep yang diberikan mereka itu. Mau tak mau, kami pun mengikuti petunjuk tersebut. Ya, demi kesembuhan anggota keluarga kami, obat-obat itu pun harus terbelanjakan.” ungkap beberapa keluarga pasien yang mengaku telah seminggu belum pernah terlayani obat di apotik RSUD Larantuka itu.

Tidak saja Calos (Calsium Carbonat ) 500 mg  dan BioNat (Natrium Bicarbonat) 500 mg yang kehabisan stock, beberapa jenis obat lainnya pun telah lama habis. Usia kehabisan stock obat pun bervariasi. Ada  jenis obat yang telah habis pada 3 bulan silam.Ada jenis obat yang habis di dua bulan ,dan sebulan yang lalu. Pun pula ada jenis obat yang barusan habis.

“Kondisinya memang seperti ini. Jadi, bawa lembaran yang kami berikan ini, dan belanjakan di apotik yang di luar sana. Tolong maklumi kondisi ini.Stock untuk jenis obat ini sedang kosong.Kami disini bertugas melayani pemberian obat berdasarkan resep yang dihantarkan ini.Di sini adalah ruang pelayanan, bukan ruang pengadaan.Urusan pengadaan obat, bukan kewenangan kami.Ada bidang lain yang bertugas untuk urusan itu.”ujar seorang petugas pada Instalasi Farmasi RSUD dr.Hendrikus Fernandez menjawab keluhan yang terlontarkan  seorang keluarga pasien, Rabu (22/9).pukul 15.00 wita.

Sebelumnya, Direktur RSUD Hendrikus Fernandez-Larantuka, dr.Sanny,SE yang dikonfirmasi  melalui Kepala Bidang Informasi, Pengembangan SDM dan Rekam Medik, dr.Paulus Lameng via saluran WhatsAppnya di pukul 11.16 wita, mengungkapkan, akan melakukan konfirmasi dengan bidang terkait. Pasalnya,dirinya baru mengetahui hal itu dari pengkonfirmasian insan media tersebut.*(Emnir).

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment