Penyaluran Beras Bansos Di Solor Barat, Diwarnai Aksi Protes

Salah seorang warga sedang mengajukan protes di penyaluran beras Bansos Program Sembako,dampak PPKM di titik ke-4 wilayah Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, Selasa (3/8). Foto : BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork.com- Penyaluran beras bantuan sosial (bansos) Pemerintah dalam tambahan Program Sembako (2 bulan), dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di titik ke-4 pada wilayah Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur-NTT, Selasa (3/8), sempat diwarnai dengan aksi protes Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Kelurahan Ritaebang.

Mereka mempersoalkan pungutan kontribusi untuk pembayaran  jasa buruh yang hanya dibebankan kepada mereka.Padahalnya, beras yang telah diamankan para buruh itu, juga untuk para KPM asal Desa Lamaole dan Tanahlein.

“Memang bagi KPM di Kelurahan Ritaebang, kami umumkan untuk membawa serta uang sebesar Rp 5.000 untuk membayar jasa buruh yang telah mengamankan beras dari kendaraan supplier ke gudang penyimpanan di kantor Lurah ini. Kenapa kami tempuh cara ini ? Karena ketika berkomunikasi dengan Pak Wawan selaku supplier soal pembongkaran dan pengamanan di gudang, dirinya mengatakan kalau pihaknya hanya bertanggungjawab mengantarkan beras sampai ke lokasi. Pihaknya tidak berurusan  dengan pembongkaran dan penyimpanan. Atas jawaban tersebut, kami lalu berkonsultasi dengan pihak Kantor Pos. Mereka menginformasikan kalau di Solor Timur dan Solor Selatan, diberlakukan juga kontribusi dari KPM dengan kisaran Rp. 2.000- Rp. 5.000 untuk jasa buruh. Makanya, kami lalu mengumumkan kepada  para KPM di Kelurahan ini  untuk membawa serta uang Rp 5.000 sesuai jumlah karung. Ternyata di Desa Lamaole dan Tanahlein,tidak menyampaikan hal ini. Itulah yang lalu oleh KPM di sini, melihatnya sebagai bentuk ketidakadilan, sehingga memicu protes. Namun kondisi itu, tak berlangsung lama. Atas hasil koordinasi gerak cepat antar Pemlur Ritaebang bersama untusan Pemdes Lamole dan Pemdes Tanahlein, kontribusi KPM untuk urusan jasa buruh tersebut pun dibatalkan ! Kami gunakan kebijakan lain.”jelas Adi Keban,staf Pengadministrasi Keuangan pada Kantor Lurah Ritaebang.

Tak hanya itu, pihaknya pun harus berhadapan dengan aksi protes dari beberapa warga Ritaebang yang datang mempersoalkan kenapa mereka selalu luput dari bantuan yang namanya bansos itu.

Adapun kuota  beras yang tersalurkan di titik ke-4 Kecamatan Solor Barat itu sebanyak 244 karung. Kelurahan Ritaebang mendapat alokasi 117 karung,Desa Tanalein, 88 karung, dan Desa Lamaole 39 karung,Setiap KPM menerima 10 Kg.*(Emnir). 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment